Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam membantu penyusunan dokumen lamaran kerja kini semakin diminati, terutama untuk mengidentifikasi titik buta dan mempercepat proses pembuatan. Seorang penguji mencoba membandingkan kinerja tiga platform AI terkemuka yaitu Claude, ChatGPT, dan Gemini untuk membantu seorang rekan kerja yang sedang sibuk dan bekerja 50 jam seminggu dalam merancang resume.
Dalam uji coba tersebut, rekan kerja yang dibantu memiliki latar belakang unik berupa pengalaman masa lalu sebagai paramedis dan saat ini bekerja di bidang penjualan tanpa latar belakang pendidikan tinggi selain sertifikat ambulans. Ketiga alat AI terbukti mampu menerjemahkan keterampilan yang tampaknya tidak berkaitan dari profesi paramedis ke dalam konteks penjualan, seperti kemampuan bekerja di bawah tekanan, tetap tenang dalam situasi stres, serta memiliki tingkat keandalan yang tinggi.
Meskipun memberikan wawasan serupa terkait pengalaman kerja masa lalu, respons dari masing-masing platform menunjukkan karakteristik yang berbeda dalam hal detail dan struktur pertanyaan. ChatGPT, misalnya, memberikan daftar pertanyaan yang sangat komprehensif mencapai lebih dari 49 pertanyaan, yang dinilai sangat mendalam namun berpotensi melelahkan jika ingin menyusun resume dengan cepat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKetika diminta untuk langsung menghasilkan draf dokumen resume, Claude dinilai sebagai platform yang paling siap pakai karena langsung menyediakan opsi unduh dokumen dan berhasil mendeteksi celah kekosongan riwayat pekerjaan selama dua tahun. Sementara itu, Gemini dan ChatGPT memerlukan instruksi lanjutan untuk membuat dokumen terpisah, di mana Gemini cenderung menggunakan bahasa yang terlalu formal dan verbose sedangkan ChatGPT memiliki tata letak teks yang monoton.
Perbandingan Kualitas Dokumen Akhir dan Rekomendasi Penggunaan
Hasil akhir dari dokumen yang dihasilkan oleh ketiga platform AI ini memperlihatkan perbedaan kualitas yang cukup signifikan dalam hal format dan penyajian konten. Claude dinilai berhasil memberikan keseimbangan terbaik antara format tata letak, konten substansial, serta tambahan pertanyaan strategis untuk mengantisipasi pertanyaan wawancara kerja.
Platform Gemini menunjukkan keunggulan pada isi konten yang menyeluruh, namun gaya bahasa yang digunakan dirasa terlalu formal dan berlebihan dalam mengemas tanggung jawab pekerjaan sederhana. Sebagai contoh, tugas rutin harian diterjemahkan ke dalam kalimat yang jauh lebih panjang dan kompleks mengenai prosedur rekonsiliasi keuangan.
Di sisi lain, format hasil keluaran dari ChatGPT memerlukan waktu penyuntingan yang paling lama karena menampilkan blok teks yang panjang dengan judul monoton serta struktur kalimat yang kurang menarik secara visual. Meskipun beberapa pertanyaan yang diajukannya cukup membantu, tata letak dokumen tersebut dinilai belum siap pakai untuk kebutuhan rekrutmen langsung.
Berdasarkan pengalaman uji coba tersebut, pemilihan alat AI terbaik sangat bergantung pada kebutuhan spesifik pengguna dalam menyeimbangkan antara kecepatan sunting dan ketajaman identifikasi kekurangan dokumen. Claude pada akhirnya dipilih sebagai rujukan utama karena memberikan hasil paling seimbang dan siap diserahkan kepada pencari kerja untuk tahap penyempurnaan.