Sebagaimana diwartakan oleh media The Guardian, ajang turnamen tenis bergengsi US Open tengah menghadapi gelombang kritik tajam akibat lonjakan harga tiket yang dinilai tidak masuk akal bagi masyarakat umum.
Kenaikan harga yang drastis ini telah memicu perdebatan luas di tengah publik, bahkan sempat menyatukan suara dari berbagai kalangan figur publik yang biasanya berseberangan dalam dunia politik New York.
Berdasarkan laporan penyelenggaraan, lonjakan permintaan serta transformasi turnamen menjadi festival hiburan kelas atas membuat akses bagi penonton tradisional semakin sulit dijangkau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak penyelenggara USTA menghadapi dilema besar di mana di satu sisi mereka ingin memperluas pengalaman komersial yang mewah, sementara di sisi lain misi sosial untuk memajukan tenis bagi semua kalangan mulai dipertanyakan.
Meskipun pihak penyelenggara berargumen bahwa tingginya harga tiket dipicu oleh ledakan permintaan pasar serta renovasi fasilitas stadion yang masif, banyak pihak menilai komitmen terhadap keterjangkauan publik mulai tergerus.
Dengan pendapatan tiket dan sektor perhotelan yang melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir, masa depan US Open sebagai ajang olahraga rakyat kini berada di persimpangan jalan.