Sebagaimana diwartakan, langkah penataan kawasan ikonik kembali dilakukan di pusat Kota Banda Aceh. Belasan pedagang sirih yang bertahun-tahun berjualan di dekat pintu masuk Masjid Raya Baiturrahman akhirnya resmi direlokasi ke kawasan depan Mall Pelayanan Publik Pasar Aceh.
Berdasarkan laporan media, proses pemindahan tersebut dijalankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh melalui pendekatan yang humanis dan persuasif. Kasatpol PP/WH Banda Aceh Muhammad Rizal menyatakan bahwa para pedagang menerima keputusan ini dengan lapang dada demi menjaga estetika masjid kebanggaan masyarakat Aceh.
"Alhamdulillah, kita sudah berhasil merelokasi sementara pedagang sirih dengan melakukan pendekatan persuasif dan memberikan edukasi ke pedagang," ujar Rizal ketika memberikan keterangan pers terkait penertiban kawasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKebijakan penataan yang mengedepankan dialog ini turut menuai respons positif dari kalangan tokoh masyarakat setempat. Alfian selaku tokoh masyarakat Banda Aceh menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan aparat dalam menata kawasan tanpa menimbulkan kericuhan di lapangan.
Ia menilai bahwa pemindahan para pedagang memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan para pelancong maupun jemaah lokal yang ingin beribadah, terutama menjelang pelaksanaan ibadah shalat Jumat yang biasanya dipadati pengunjung dari berbagai daerah.