Kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini kembali menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Sebagaimana diwartakan oleh RRI.co.id, paparan polusi pekat ini tidak hanya mengganggu kelancaran aktivitas luar ruangan dan penerbangan, tetapi juga menyimpan bahaya tersembunyi bagi organ pernapasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, asap hasil kebakaran tersebut mengandung partikel mikroskopis yang dikenal sebagai particulate matter atau PM-10. Partikel padat maupun cair berukuran sangat kecil ini mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan manusia dan memicu berbagai risiko gangguan kesehatan yang serius.
Menurut panduan kesehatan, langkah preventif utama yang dapat dilakukan masyarakat adalah memperbanyak konsumsi air putih secara rutin. Asupan cairan yang memadai terbukti efektif untuk mencegah dehidrasi sekaligus menjaga kebugaran tubuh di tengah kualitas udara yang buruk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerlu diwaspadai bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis memiliki risiko paling tinggi. "Penderita asma maupun penyakit paru kronis dapat mengalami keluhan seperti mudah lelah dan kesulitan bernapas ketika terpapar asap," demikian penjelasan yang dikutip dari laporan media.
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan atau jantung, dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat udara memburuk. Apabila terpaksa beraktivitas di ruang terbuka, penggunaan masker yang sesuai sangat disarankan guna menyaring partikel berbahaya agar tidak terhirup secara langsung.
Selain perlindungan diri, kebersihan bahan pangan juga menjadi aspek krusial yang harus dijaga selama bencana kabut asap berlangsung. Seluruh buah dan sayuran wajib dicuci bersih sebelum diolah, sementara makanan serta wadah air minum harus senantiasa ditutup rapat agar terhindar dari endapan polusi.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara lebih disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Upaya kolektif ini mencakup konsumsi gizi seimbang, menghindari kebiasaan merokok, serta memastikan ventilasi rumah tertutup rapat guna mencegah asap luar masuk ke dalam ruangan.