Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan kepedulian nyata dengan merespons cepat bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Melalui Satgas Bencana ITS, sejumlah ahli dan relawan diterjunkan langsung ke lokasi untuk mengkaji tingkat kerusakan infrastruktur publik.
Berdasarkan laporan yang disiarkan RRI, Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Dr. Ir. Mudji Irmawan MT, mengungkapkan bahwa dampak gempa di wilayah Maumere tergolong signifikan. Salah satu fasilitas vital yang mengalami kerusakan struktural adalah gedung terminal penumpang Pelabuhan Lorens Say.
Kendati demikian, hasil peninjauan awal menunjukkan bahwa struktur dermaga di pelabuhan tersebut masih cukup kokoh untuk mendukung aktivitas operasional kapal. Mudji menegaskan bahwa stabilitas dermaga menjadi aspek paling krusial karena berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik dan bantuan kemanusiaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan Mudji, tim Satgas Bencana ITS juga bekerja sama secara intensif dengan PT Pelindo serta dinas Pekerjaan Umum setempat guna melakukan asesmen mendalam. Langkah koordinasi ini diambil untuk merumuskan strategi penanganan jangka pendek hingga panjang demi mempercepat pemulihan ekonomi serta mobilitas warga terdampak.
Selain pelabuhan, tim gabungan yang melibatkan dosen dari Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah dan Kota ini turut memantau akses jalan serta jembatan. Rencananya, tim relawan akan berada di lokasi selama sepekan ke depan untuk merampungkan seluruh proses inspeksi demi memastikan keamanan fasilitas umum secara menyeluruh.