Aksi mengharukan ditunjukkan oleh belasan siswa SDN 1 Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo pada Jumat (21/8/2026). Alih-alih langsung memulai kegiatan belajar mengajar saat bel masuk berbunyi, para siswa justru tampak khusyuk mengikuti salat duha berjemaah di sekolah.
Bukan tanpa alasan, kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara mereka yang tengah tertimpa musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengutip laporan media TribunJatim.com, para siswa tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga menyisihkan uang saku mereka secara sukarela.
Uang receh hingga lembaran rupiah dikumpulkan dengan penuh keikhlasan oleh para siswa. Aksi ini menjadi cerminan nyata bagaimana pihak sekolah berupaya menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada anak-anak sejak usia dini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah seorang siswa, Yasmin Adeliana, mengaku rela menyisihkan uang jajannya demi membantu korban bencana. "Uang saku saya sisihkan untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah di NTT. Harapan saya semoga korban bencana di NTT terbantu dari donasi dari uang jajan kami," ungkap Yasmin.
Kepala SDN 1 Ngrupit, Prema Kartika Intansari, menjelaskan bahwa kegiatan yang mengusung tema "Juara: Rajut Doa dan Peduli Sesama" ini dirancang agar para siswa memiliki pengalaman langsung dalam menolong sesama.
"Kami doa bersama untuk mendoakan korban-korban yang ada di NTT, serta melaksanakan amal atau santunan untuk korban di NTT," terang Prema.
Lebih lanjut, Prema berharap inisiatif ini dapat menjadi bekal karakter bagi murid-muridnya. Menurutnya, menanamkan kepedulian tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas, melainkan harus diwujudkan melalui pengalaman nyata yang bermakna bagi masa depan mereka.