Alexandria Ocasio-Cortez mengambil keputusan besar dengan melakukan pembekuan sel telur atau egg freezing di usia 36 tahun. Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat tersebut membagikan kisahnya melalui unggahan video di media sosial saat dirinya bersiap menjalani prosedur medis.
Keputusan tersebut tidak diambil dalam waktu singkat oleh politikus yang akrab disapa AOC ini. Ia mengaku membutuhkan pertimbangan matang serta waktu khusus untuk menabung biaya prosedur medis yang dikenal tidak murah tersebut demi merasa lebih memegang kendali atas hidupnya.
Banyak pihak menyoroti pilihan usia tersebut karena berkaitan erat dengan penurunan fungsi reproduksi wanita. Pakar kesehatan reproduksi menyebutkan bahwa pertengahan usia 30-an merupakan fase krusial di mana kuantitas serta kualitas cadangan ovarium mulai mengalami penurunan secara lebih cepat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain faktor biologis, aspek finansial juga menjadi kendala utama bagi sebagian besar wanita untuk melakukan prosedur pelestarian kesuburan ini lebih awal. Biaya yang harus dikeluarkan secara mandiri sering kali memaksa perempuan menunda tindakan tersebut hingga mereka memiliki kemapanan finansial.
Faktor Biologis dan Finansial di Balik Pembekuan Sel Telur
Dokter spesialis endokrinologi reproduksi menjelaskan bahwa alasan wanita memilih pembekuan sel telur sangatlah beragam dan bersifat personal. Sebagian besar perempuan melakukannya karena belum menemukan pasangan yang tepat untuk membangun keluarga di usia muda.
Di sisi lain, kesibukan berkarier juga menjadi alasan kuat mengapa banyak perempuan profesional memilih opsi medis ini. Prosedur tersebut memberikan ruang bagi mereka untuk fokus pada pekerjaan tanpa terbebani oleh tekanan biologis waktu kehamilan.
Kendati demikian, faktor biaya tetap menjadi tantangan besar mengingat prosedur ini umumnya belum ditanggung oleh asuransi kesehatan konvensional. Biaya tinggi untuk satu siklus pengobatan hingga penyimpanan tahunan membuat banyak wanita harus menunggu hingga usia matang secara finansial.
Para ahli medis menegaskan bahwa usia 36 tahun bukanlah akhir segalanya bagi perempuan yang ingin merencanakan kehamilan di masa depan. Meskipun tingkat keberhasilan dipengaruhi oleh usia saat sel telur diambil, teknologi medis modern tetap memberikan harapan melalui prosedur yang terencana.