Berdasarkan laporan media Correio Braziliense, mantan Gubernur Distrik Federal José Roberto Arruda secara terbuka mengaitkan hasil survei elektabilitas terbarunya dengan ketidakpastian hukum yang membayangi pencalonannya. Dalam putaran ketiga jajak pendapat Correio/Opinião Inteligência Política yang dilakukan menjelang akhir Agustus, politisi dari Partai PSD tersebut menempati posisi kedua dengan perolehan 23,3 persen suara.
Menanggapi hasil survei yang dirilis bertepatan dengan agenda sidang penentuan status pencalonannya di Tribunal Regional Eleitoral do Distrito Federal atau TRE-DF, Arruda mengakui adanya dampak negatif dari polemik hukum tersebut. "Saya seorang insinyur dan tidak berdebat dengan angka, survei ini mencerminkan realitas di lapangan dan ketidakpastian hukum ini tentu menurunkan dukungan pemilih," ujar Arruda sebagaimana dikutip dari laporan media.
Di sisi lain, kubu petahana yang dipimpin oleh Gubernur Celina Leão tetap memimpin bursa pemilihan dengan mengantongi 32 persen dukungan masyarakat. Celina menanggapi dinamika politik tersebut dengan menyatakan bahwa berbagai serangan dari rival politik mulai bermunculan seiring dengan dimulainya musim debat kandidat di ruang publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSementara itu, persaingan menuju kursi kepemimpinan Palácio do Buriti juga diramaikan oleh sejumlah kandidat lain, termasuk Leandro Grass yang menunjukkan tren peningkatan suara di posisi ketiga. Pertarungan politik di distrik federal ini dipastikan semakin memanas menantikan keputusan akhir dari lembaga peradilan pemilu terkait keabsahan para kontestan.