Eclipse solar pada 12 Agustus mendatang berpotensi memicu penurunan drastis produksi tenaga surya di Eropa hingga mencapai 9,7 gigawatt di bawah kondisi langit cerah.
Berdasarkan laporan asosiasi operator jaringan listrik Eropa ENTSO-E, fenomena langit tersebut menghadirkan tantangan teknis tersendiri dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan listrik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis tim redaksi, lonjakan kapasitas energi terbarukan di benua biru membuat peristiwa astronomi semacam ini menuntut mitigasi risiko yang sangat ketat dari pengelola infrastruktur energi.
"Operator berada dalam kondisi siap menjamin pengoperasian sistem kelistrikan tetap aman dan stabil selama acara berlangsung," tulis pernyataan resmi ENTSO-E menanggapi potensi gangguan tersebut.
Negara seperti Spanyol yang mengalami fase totalitas serta Jerman diproyeksikan mencatatkan penurunan pasokan panel surya terbesar mengingat tingginya adopsi energi fotovoltaik di wilayah tersebut.
Jaringan transmisi listrik regional mencatat porsi energi surya telah menyumbang sekitar 13 persen dari total bauran kelistrikan di Eropa menjelang perhelatan fenomena alam langka ini.