Anthropic akhirnya merilis informasi lanjutan mengenai mekanisme watermark tak kasat mata yang diterapkan pada teks buatan Claude AI. Langkah ini diambil menyusul berbagai spekulasi dan kebingungan yang dirasakan oleh para pengguna di berbagai platform digital.
Perusahaan secara tegas membantah teori pengguna yang menduga bahwa karakter terbaca mesin disisipkan ke dalam teks buatan AI. Anthropic mengonfirmasi bahwa tidak ada penambahan karakter tersembunyi apa pun di dalam hasil keluaran teks tersebut.
Sebagai gantinya, sistem watermark ini bekerja dengan meninggalkan pola tertentu pada respons Claude yang dapat dideteksi oleh pihak yang memegang kunci enkripsi khusus. Teknologi ini merupakan adaptasi dari pendekatan SynthID-Text yang dipublikasikan oleh Google DeepMind.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAnthropic menekankan bahwa proses penyematan watermark ini sama sekali tidak akan memengaruhi kualitas konten, tingkat kreativitas, keterbacaan teks, kecepatan, maupun harga penggunaan model kecerdasan buatan tersebut.
Cara Kerja dan Karakteristik Watermark Claude AI
Tingkat visibilitas watermark pada Claude AI memiliki peluang untuk berkembang dan menjadi lebih mudah dideteksi semakin sering AI tersebut digunakan. Dengan kata lain, semakin panjang tulisan yang dihasilkan Claude, semakin besar pula ruang yang tersedia untuk sebuah watermark.
Keluaran teks yang lebih panjang memiliki probabilitas lebih tinggi untuk membawa watermark dibandingkan dengan teks yang lebih pendek. Sementara itu, kode pemrograman umumnya memiliki sedikit watermark dibandingkan bentuk teks lainnya, sedangkan terjemahan akan membawa watermark karena setiap kata dipilih oleh AI.
Anthropic menyatakan bahwa watermark ini hanya dapat menentukan keterlibatan Claude dalam suatu konten pada titik tertentu saja. Sistem ini tidak mampu membedakan secara mutlak antara teks yang ditulis langsung oleh Claude atau teks yang telah disunting secara ekstensif.
Meskipun demikian, perusahaan terus menguraikan berbagai keterbatasan teknologi ini di tengah kekhawatiran pengguna mengenai potensi hasil positif palsu atau negatif palsu yang dapat memengaruhi karier para penulis.
Dampak, Penyuntingan, dan Kepatuhan Regulasi
Terkait upaya untuk menghilangkan watermark, Anthropic menjelaskan bahwa penyuntingan ringan kemungkinan besar tidak akan menghapus watermark secara keseluruhan. Namun, mengganti setiap kata di dalam teks tersebut berpotensi menghilangkan jejak watermark tersebut.
Watermark yang disematkan juga dipastikan tidak dapat digunakan untuk melacak kembali ke individu, organisasi, atau sesi obrolan spesifik tempat teks tersebut pertama kali dihasilkan. Perusahaan berencana memperluas fitur watermark ini ke model-model lama mereka dalam beberapa bulan mendatang.
Penerapan teknologi ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan Anthropic terhadap Undang-Undang AI Uni Eropa yang berlaku. Perusahaan yang didukung oleh Google dan Amazon ini menegaskan komitmennya terhadap transparansi konten buatan kecerdasan buatan.
Langkah tersebut sejalan dengan penandatanganan Kode Praktik Uni Eropa mengenai Transparansi Konten Buatan AI yang dilakukan oleh beberapa penyedia model AI utama pada bulan Juli tahun ini.
__QUOTE__ "A watermark can only determine that Claude was likely involved with the content at some point. It cannot distinguish "Claude wrote this" from "Claude heavily edited this.""