Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Anthropic Tambahkan Watermark Tak...
EKONOMI

Anthropic Tambahkan Watermark Tak Kasat Mata pada Model AI Claude

By Redaksi Kabayan News 3 min read 18 Agustus 2026
Anthropic menambahkan watermark tak kasat mata pada model AI chatbot Claude

Anthropic menambahkan watermark tak kasat mata pada model AI chatbot Claude

Anthropic secara resmi menambahkan watermark tak kasat mata ke model baru dari asisten AI mereka, Claude. Kebijakan baru ini dirancang untuk membawa Claude agar sepenuhnya patuh terhadap Undang-Undang AI yang diberlakukan oleh Uni Eropa.

Penerapan teknologi penandaan ini akan diberlakukan secara global di seluruh dunia bagi setiap pengguna layanan. Penjelasan mendalam mengenai mekanisme kerja fitur ini disampaikan oleh reporter AI Fortune Magazine, Beatrice Nolan, dalam wawancaranya.

Menurut penjelasan Nolan, watermark pada teks bekerja dengan cara yang berbeda dibandingkan gambar visual. Ketika AI menulis sebuah kalimat, sistem membuat keputusan kecil berdasarkan prediksi pola setelah setiap kata mengenai kata berikutnya.

Setiap kali AI membuat keputusan pemilihan kata di antara beberapa opsi yang ada, Anthropic menyisipkan tanda khusus. Siapa pun yang memiliki alat identifikasi dari Anthropic dapat mendeteksi apakah Claude terlibat dalam pembuatan teks tersebut.

Mekanisme Kerja dan Detail Teknis Watermark Teks

Pemberian watermark pada teks selama ini dianggap cukup sulit jika dibandingkan dengan gambar buatan kecerdasan buatan. Sebelumnya, metode terbaik yang tersedia hanyalah pemeriksa probabilitas yang menilai kemungkinan teks buatan AI berdasarkan gaya bahasa.

Namun, pendekatan baru yang diperkenalkan oleh Anthropic ini melibatkan penambahan tanda tak kasat mata secara langsung. Sistem menyisipkan penanda tersebut melalui setiap keputusan pemilihan kata yang dibuat oleh model bahasa saat merespons.

Terkait kemungkinan penghapusan tanda tersebut, detail teknis mengenai cara kerja alat pengecekannya belum sepenuhnya dirilis ke publik. Terdapat teori bahwa penyuntingan teks secara berat mungkin dapat menghilangkan watermark, tetapi penyuntingan ringan diperkirakan tidak akan menghilangkannya.

Aturan transparansi baru ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran publik bahwa konten buatan AI semakin sulit dibedakan dari karya tulis manusia asli. Hal ini penting untuk memastikan kejujuran dan mencegah penyalahgunaan teks otomatis.

Kepatuhan Regulasi Uni Eropa dan Tren Industri AI

Kebijakan penambahan watermark ini didorong oleh berlakunya Undang-Undang AI Uni Eropa yang resmi diterapkan pada tanggal 2 Agustus. Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan AI untuk menandai konten buatan atau modifikasi AI agar dapat diidentifikasi sistem lain.

Sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya seperti OpenAI, Meta, Google, dan Microsoft turut menandatangani kode etik serupa. Langkah ini mengindikasikan bahwa para penyedia model AI utama lainnya akan segera memperkenalkan watermark serupa.

Perusahaan rintisan yang didukung oleh Google dan Amazon ini menjadi yang pertama dalam memaparkan secara rinci metode implementasi watermark teks. Dukungan luas terhadap regulasi ini menunjukkan komitmen industri terhadap perlindungan dari bahaya dan peningkatan transparansi.

Para pendukung regulasi Uni Eropa menyatakan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam menjamin akuntabilitas pengembangan teknologi kecerdasan buatan ke depannya.

__QUOTE__ ""This is happening because of the EU's AI Act coming into force. It came into force on August 2," ujar Beatrice Nolan."

Topics
teknologi kecerdasan buatan anthropic claude uni eropa
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.