Berdasarkan laporan terbaru dari Public Interest Research Group (PIRG) bertajuk Failing the Fix, Apple dinobatkan sebagai merek smartphone yang paling sulit untuk diperbaiki. Pengujian terhadap 105 perangkat berbeda menempatkan iPhone dari Apple di posisi paling buncit dalam hal tingkat kemudahan perbaikan.
Dalam laporan tersebut, Apple mendapatkan nilai sangat rendah yaitu D-. Pengamatan media online mendapati bahwa faktor utama penentu buruknya skor ini adalah kebijakan part pairing serta pembatasan perangkat lunak yang diterapkan Apple. Pengguna sering kali menemui kendala ketika mencoba mengganti komponen dengan suku cadang pihak ketiga, seperti modul Face ID yang memicu pesan error.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis media online, proses pembongkaran perangkat Apple menjadi tantangan tersendiri bagi teknisi maupun pengguna umum. Sejumlah model seperti iPhone Air, iPhone 17 Pro, hingga iPhone 16e menyulitkan proses perbaikan karena penggunaan perekat yang kuat serta keharusan menggunakan empat hingga lima jenis kepala sekrup berbeda.
Meskipun situs seperti iFixit menyediakan panduan perbaikan mandiri, tingkat kesulitan awal saat membuka cangkang ponsel membuat perbaikan iPhone jauh lebih melelahkan dibanding merek lain. Di sisi lain, Samsung mengekor di posisi kedua sebagai merek smartphone populer yang juga dinilai cukup merepotkan ketika harus diperbaiki.