Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Adopsi AI di Perusahaan Jepang...
EKONOMI

Adopsi AI di Perusahaan Jepang Lambat, Budaya Kerja Jadi Tantangan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 13 Agustus 2026
Pekerja kantor di Jepang saat menggunakan komputer untuk bekerja

Pekerja kantor di Jepang saat menggunakan komputer untuk bekerja

Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence di lingkungan kerja Jepang berjalan lambat meskipun negara tersebut menghadapi krisis kekurangan tenaga kerja dan masalah produktivitas kronis. Berdasarkan data Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), hanya sekitar 8,4 persen pekerja di Jepang menggunakan teknologi kecerdasan buatan dalam rutinitas pekerjaan mereka.

Tingkat adopsi tersebut tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang mencapai 50 persen serta Inggris di angka 32 persen. Sejumlah pengamat menilai lambannya adopsi teknologi disebabkan oleh budaya perusahaan Jepang yang sangat konservatif, menjunjung tinggi konsensus, serta memiliki toleransi mendekati nol terhadap potensi kesalahan.

Austin Xu selaku salah satu pendiri perusahaan rintisan Kuse AI mengungkapkan bahwa budaya kerja di Jepang sangat sensitif terhadap risiko reputasi. "Ada organisasi di mana proses dan budaya konsensus benar-benar memperlambat segalanya, di mana toleransi terhadap kesalahan AI hampir nol terutama dalam urusan yang menghadap klien," ujarnya menjelaskan situasi di lapangan.

Profesor manajemen internasional dari Kyoto University of Advanced Science, Parrisa Haghirian berpendapat bahwa tantangan adopsi teknologi baru di Jepang selalu berakar dari kehati-hatian yang berlebihan. Karena sistem generatif dinilai belum sepenuhnya andal, sebagian besar perusahaan hanya memakai teknologi tersebut untuk tugas berisiko rendah seperti merangkum teks atau mengumpulkan informasi.

Pemerintah Jepang sebenarnya berupaya mendorong penggunaan teknologi lewat pengesahan undang-undang promosi kecerdasan buatan guna mendongkrak produktivitas nasional yang masih tertinggal di antara negara G7. Kendati demikian, berbagai tantangan struktural seperti kurangnya tenaga ahli teknologi informasi, sistem komputer usang, serta komitmen mempertahankan lapangan kerja membuat transformasi digital berjalan sangat hati-hati.

Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.