Provinsi Papua menyimpan sejarah panjang mengenai asal-usul penamaannya yang dipengaruhi oleh interaksi antara masyarakat lokal, Kesultanan Tidore, hingga kedatangan bangsa asing di masa lampau. Wilayah yang beribu kota di Kota Jayapura ini sebelumnya sempat berganti nama menjadi Irian Barat dan Irian Jaya sebelum resmi berstatus sebagai Provinsi Papua.
Berdasarkan catatan sejarah, penamaan Papua berasal dari bahasa Tidore yaitu Papo Ua yang berarti tidak bergabung atau tidak bersatu. Istilah tersebut merujuk pada wilayah Papua yang letaknya jauh sehingga tidak masuk dalam daerah induk Kesultanan Tidore, meski tetap berada dalam persekutuan dagang Uli Siwa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain dari bahasa Tidore, terdapat teori lain yang menyebutkan bahwa kata Papua berasal dari bahasa Melayu kuno papuwah yang berarti rambut keriting. Sebutan ini merujuk pada karakteristik fisik penduduk asli yang mendiami wilayah pesisir Kepala Burung dan Kepulauan Raja Ampat.
Perkembangan nama wilayah ini juga mencatatkan berbagai sebutan dari para pelaut dunia sejak abad pertengahan. Pelaut Spanyol Alvaro de Savedra sempat menjulukinya Isla de Oro atau Pulau Emas, sementara Inigo Ortiz de Retes menamakannya Nueva Guinea karena kemiripan fisik penduduknya dengan ras di benua Afrika.
Dinamika Perubahan Nama dari Irian hingga Otonomi Khusus
Perjalanan nama wilayah Papua mengalami transisi signifikan setelah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah sempat menggunakan nama Provinsi Irian Barat pada periode 1963 hingga 1973 sebagai bagian dari wilayah administratif nasional.
Nama tersebut kemudian berganti menjadi Irian Jaya yang diresmikan oleh Presiden Soeharto ketika meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport. Penggunaan nama Irian Jaya bertahan cukup lama hingga terbitnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.
Undang-undang otonomi khusus tersebut secara resmi mengamanatkan pengubahan nama wilayah dari Irian Jaya kembali menggunakan nama asal yaitu Papua. Pemekaran wilayah pun terus berlanjut hingga kini mencakup provinsi-provinsi baru di wilayah Tanah Papua.
Hingga saat ini, jejak sejarah penamaan Papua menjadi bukti atas bentangan interaksi budaya dan perdagangan lintas bangsa yang membentuk identitas wilayah ujung timur Indonesia tersebut.