Kepengurusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Koordinator Wilayah Sumatra Utara atau ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2030 resmi dilantik di Aula BKAD Sumut, Senin, 20 Juli 2026. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum ASPIKOM Pusat Prof Anang Sujoko.
"Kolaborasi menjadi sebuah keharusan. Kita membangun jejaring antarkampus agar dapat saling menguatkan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu program studi, hingga pendampingan akreditasi menuju unggul," ujar Ketua ASPIKOM Korwil Sumut Prof Dr Anang Azhar usai acara pelantikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOrganisasi ini menaungi sembilan perguruan tinggi anggota dengan total 17 program studi ilmu komunikasi dari jenjang sarjana hingga doktor di wilayah Sumatra Utara. Jaringan tersebut akan terus diperluas seiring tingginya minat kampus lain untuk bergabung.
Perluasan keanggotaan mencakup beberapa institusi seperti UIN Padangsidimpuan, STAI Mandailing Natal, serta Universitas Cut Nyak Dhien. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan tinggi ilmu komunikasi secara merata di berbagai daerah.
Fokus ASPIKOM Pusat Dongkrak Akreditasi Unggul
Prof Anang Sujoko menegaskan bahwa ASPIKOM mengusung semangat Satu Visi Banyak Aksi Kolaborasi untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi ilmu komunikasi di Indonesia. Pengurus pusat berkomitmen memberikan ruang konsultasi dan pendampingan penuh bagi program studi anggota.
"Kami berkomitmen mendampingi program studi yang ingin meningkatkan akreditasi menjadi unggul. Seluruh program studi memiliki hak untuk berkonsultasi dengan pengurus pusat dalam proses tersebut," ucap Guru Besar Universitas Brawijaya itu.
Selain aspek akreditasi, penguatan organisasi profesi dosen dan peneliti juga menjadi prioritas guna memenuhi standar kualitas institusi pendidikan. Sinergi dengan media massa dan organisasi profesi turut dioptimalkan dalam bidang riset serta pengabdian masyarakat.
Pihaknya menyoroti tantangan terkait masih rendahnya perolehan pendanaan riset internasional bagi perguruan tinggi. Koordinasi erat antara pengurus pusat dan daerah terus didorong agar dosen maupun peneliti mampu menembus kolaborasi tingkat global.