Profil organisasi perempuan Aisyiyah mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu gerakan otonom terbesar di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang berdiri di Yogyakarta pada 27 Rajab 1335 Hijriah atau bertepatan dengan 19 Mei 1917 oleh Nyai Ahmad Dahlan.
Perjalanan selama lebih dari satu abad menunjukkan konsistensi Aisyiyah dalam memberikan corak tersendiri di ranah sosial, pendidikan, kesehatan, serta keagamaan guna meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan data historis, jaringan organisasi ini telah berkembang pesat ke seluruh penjuru tanah air dengan puluhan Pimpinan Wilayah, ratusan Pimpinan Daerah, ribuan Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Ranting.
Analisis awak media menunjukkan keberhasilan Aisyiyah tidak lepas dari kuatnya jaringan amal usaha yang meliputi ribuan lembaga pendidikan mulai dari kelompok bermain hingga perguruan tinggi.
Sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial juga menjadi pilar penting melalui pengelolaan rumah sakit, klinik bersalin, posyandu, panti asuhan, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi umat seperti koperasi dan UMKM.
Peran aktif dalam pergerakan kebangsaan terbukti melalui keterlibatan organisasi ini dalam membidani lahirnya Kongres Perempuan Indonesia atau KOWANI pada tahun 1928 untuk membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan.