Mesin roket EVEREST buatan Astrobase Space Technologies resmi diperkenalkan sebagai tonggak sejarah baru dalam industri dirgantara swasta di Bengaluru. Pengamatan detik.com menunjukkan inovasi tersebut menandai babak penting bagi kemandirian teknologi luar angkasa.
Perusahaan rintisan yang didirikan Neeraj Khandelwal bersama Devakumar Thammisetty ini merancang mesin berkapasitas 800 kN dengan teknologi Full-Flow Staged Combustion LOX-Methane. Berdasarkan laporan media setempat, teknologi pembakaran bertingkat ini mengalirkan bahan bakar dan oksidator secara terpisah melalui pre-burner sebelum masuk ke ruang bakar utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArsitektur canggih tersebut memberikan keunggulan efisiensi dorongan tinggi serta mendukung sistem peluncuran yang dapat digunakan kembali. Penggunaan propelan LOX-Methane juga menghasilkan pembakaran lebih bersih guna mempermudah pemeliharaan antar-misi.
Kehadiran EVEREST menjadikan India sebagai negara keempat di dunia yang menguasai teknologi mesin FFSC setelah Rusia, Amerika Serikat, dan China. Sebagaimana dilaporkan, tingkat kerumitan perancangan mesin ini sangat tinggi dan hanya dikuasai segelintir perusahaan komersial global seperti SpaceX, Stoke Space, dan Land Space.
Rencana pengujian terintegrasi termasuk kampanye hot fire dijadwalkan berlangsung di fasilitas Anantapur, Andhra Pradesh, dalam beberapa bulan mendatang. Target peluncuran perdana roket tersebut dipatok pada Desember 2028 setelah melalui serangkaian pengujian sekitar 20 unit mesin.
Dukungan dari Indian National Space Promotion and Authorization Centre turut memperlancar pengembangan mesin roket menggunakan teknologi manufaktur canggih printer 3D industri terbesar di negara tersebut.