Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Ancaman Tarif 100 Persen AS, Ekspor...
INTERNASIONAL

Ancaman Tarif 100 Persen AS, Ekspor dan Minyak Mentah Indonesia Rawan

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kilang minyak dan kapal tanker minyak mentah di tengah laut

Ilustrasi kilang minyak dan kapal tanker minyak mentah di tengah laut

Kebijakan tarif impor hingga 100 persen dari Amerika Serikat terhadap negara pembeli minyak Rusia diprediksi menghantam sektor perdagangan luar negeri Indonesia. Pengamat menilai langkah tersebut bakal membuat sebagian besar dari total ekspor barang senilai 80 miliar dolar Amerika Serikat kehilangan daya saing di pasar internasional.

Berdasarkan analisis CareEdge Ratings, regulasi baru ini merupakan tindak lanjut undang-undang yang disetujui Senat Amerika Serikat untuk memberikan kewenangan kepada Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi ekonomi. Negara-negara importir utama minyak Rusia seperti India dan Tiongkok masuk dalam bidikan kebijakan tersebut.

Kepala Riset CareEdge Ratings, Sachin Gupta menyatakan kekhawatiran terkait potensi gangguan pasokan global yang dapat mendongkrak harga minyak mentah melampaui level 120 dolar per barel. "Jika tarif ini benar-benar diterapkan, komoditas ekspor tersebut kehilangan daya tarik dan tidak ada pembeli di pasar Amerika," ujarnya.

Selain ancaman terhadap sektor ekspor, ketergantungan pada pasokan energi luar negeri memicu kekhawatiran pelebaran defisit transaksi berjalan serta tekanan inflasi domestik yang signifikan. Pemerintah dan pelaku industri kini harus mengantisipasi risiko ganda dari kebijakan proteksionis global tersebut.

Topics
ekspor indonesia minyak rusia tarif amerika serikat donald trump careedge ratings ekonomi global inflasi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.