Anarkisme adalah sebuah filsafat dan gerakan politik yang menentang segala bentuk otoritas serta berusaha menghapuskan lembaga-lembaga yang mempertahankan pemaksaan dan hierarki tidak perlu, seperti negara dan kapitalisme. Gerakan ini menganjurkan penggantian negara dengan masyarakat tanpa negara dan asosiasi bebas bersifat sukarela, serta sering kali digambarkan sebagai sayap libertarian dari gerakan sosialis.
Meskipun jejak pemikiran anarkis ditemukan di sepanjang sejarah peradaban, anarkisme modern lahir dari Abad Pencerahan. Selama paruh kedua abad ke-19 hingga dekade pertama abad ke-20, gerakan ini berkembang pesat di berbagai belahan dunia dan memegang peran penting dalam perjuangan pekerja demi mencapai emansipasi melalui berbagai aliran pemikiran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAsal-usul etimologi anarkisme berasal dari bahasa Yunani Kuno anarkhia, yang berarti tanpa penguasa, dengan awalan an dan arkhos sebagai pemimpin. Istilah ini mulai dikenal dalam bahasa Inggris sejak abad ke-17, sementara filsuf politik pertama yang menyebut dirinya sebagai seorang anarkis adalah Pierre-Joseph Proudhon pada pertengahan abad ke-19.
Dalam perkembangannya, kaum anarkis menggunakan berbagai pendekatan strategis, baik revolusioner maupun evolusioner, untuk mencapai masyarakat ideal mereka. Sejarah mencatat keterlibatan kaum anarkis dalam berbagai peristiwa besar seperti Komune Paris hingga Perang Saudara Spanyol, sebelum akhirnya mengalami kebangkitan kembali dalam gerakan anti-kapitalis dan anti-globalisasi pada era modern.
Akar Sejarah dan Tokoh Penting Gerakan Anarkis
Cikal bakal anarkisme di dunia kuno dapat ditelusuri hingga ke Tiongkok dan Yunani, di mana para filsuf seperti Lao Zi dan Zhuang Zi mendiskusikan legitimasi negara melalui Taoisme. Di Yunani, para penulis tragedi dan filsuf seperti Sokrates juga menyuarakan pentingnya otonomi pribadi serta kebebasan hati nurani individu.
Memasuki era modern, Revolusi Prancis menjadi titik balik penting dalam perkembangan sentimen anti-negara dan federalis di Eropa. Tokoh-tokoh seperti William Godwin di Inggris dan Max Stirner turut membuka jalan bagi individualisme serta teori mutualisme yang dipelopori oleh Pierre-Joseph Proudhon.
Selanjutnya, Mikhail Bakunin mendirikan anarkisme kolektif dan bergabung dengan Asosiasi Pekerja Internasional atau Internasional Pertama. Dalam perjalanan organisasi tersebut, terjadi perselisihan sengit antara faksi anarkis dan kaum marxis mengenai sosialisme negara yang berujung pada perpecahan.
Di bawah pengaruh Pyotr Kropotkin, anarko-komunisme kemudian berkembang dan memperkaya khazanah pemikiran anarkis klasik. Era keemasan anarkisme klasik ini terus berlangsung hingga berakhirnya Perang Saudara Spanyol, meninggalkan pengaruh mendalam bagi teori dan praksis politik global.