Negara bagian New South Wales di Australia bersiap meluncurkan program buyback senjata pada 2 November 2026 sebagai bagian dari respons nasional menyusul insiden penembakan yang menewaskan 15 orang dalam perayaan Hanukkah di Sydney.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersama Premier New South Wales Chris Minns mengumumkan bahwa warga yang menyerahkan senjata api memenuhi syarat pada fase pertama akan menerima kompensasi tetap mulai dari $450 hingga $1.000 per pucuk tergantung pada jenisnya.
Program ini juga menyiapkan jalur penilaian khusus pada fase kedua untuk senjata api bernilai lebih tinggi dengan batas maksimal mencapai $10.000 per unit guna menarik peredaran senjata dari masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah pengetatan ini diambil menyusul catatan rekor kepemilikan 4,1 juta senjata api di seluruh Australia pada tahun lalu, di mana lebih dari 1,1 juta senjata berada di wilayah New South Wales yang menjadi negara bagian terpadat.
Aturan Batas Kepemilikan dan Komitmen Reformasi Hukum
Pemerintah federal menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan program pembelian kembali terbesar di Australia sejak tragedi pembantaian Port Arthur di Tasmania pada 1996 yang merenggut nyawa 35 korban jiwa.
New South Wales kini membatasi kepemilikan senjata api individu maksimal sebanyak empat pucuk, kecuali bagi pemegang lisensi khusus seperti produsen primer dan penembak olahraga dengan alasan sah.
Pemerintah memperkirakan kebijakan baru ini berdampak pada sekitar 274.000 senjata api terdaftar atau 24 persen dari total keseluruhan di New South Wales serta memengaruhi sekitar 50.000 pemegang lisensi.
Premier New South Wales Chris Minns menyatakan komitmennya untuk memastikan ratusan ribu senjata api ilegal atau yang tidak lagi diizinkan dapat ditarik dan dimusnahkan secara aman dari jalanan.
Menteri Urusan Dalam Negeri Tony Burke menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat undang-undang kejahatan kebencian serta melanjutkan tradisi reformasi senjata demi melindungi keselamatan komunitas publik.
Tragedi teror di Bondi Beach sebelumnya dilakukan oleh seorang ayah dan anak yang terinspirasi oleh ISIS, di mana pelaku utama berusia 50 tahun tewas ditembak polisi sementara putranya menghadapi 59 tuntutan hukum termasuk 15 dakwaan pembunuhan.