Coles dan Woolworths menguji teknologi pengenalan wajah sebagai langkah strategis untuk menekan angka kejahatan ritel yang kian meresahkan di Australia. Berdasarkan laporan media lokal, kedua raksasa supermarket tersebut telah melakukan pengujian awal sistem kecerdasan buatan guna merespons berbagai tantangan keamanan modern.
Juru bicara Coles menegaskan bahwa perusahaannya belum melakukan uji coba resmi di toko, melainkan hanya sebatas pengujian konsep terbatas. "Coles tidak melakukan uji coba menggunakan teknologi ini, melainkan pengujian konsep terkontrol skala kecil tanpa melibatkan data pelanggan atau karyawan," ujar perwakilan Coles.
Sementara itu, Woolworths dilaporkan menguji teknologi serupa di kantor wilayah Selandia Baru. Perwakilan Woolworths menyatakan bahwa investasi keamanan terus ditingkatkan mengingat tingginya insiden agresi dan ancaman kekerasan yang dihadapi staf di toko setiap hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah uji coba ini mencuat setelah peritel perangkat keras Bunnings memenangkan sengketa hukum terkait penggunaan kecerdasan buatan untuk pemantauan pengunjung. Pengadilan administratif memutuskan bahwa sistem pemindai wajah dapat diterapkan secara terbatas untuk melindungi staf serta pelanggan dari potensi tindak kekerasan.
Kepala Eksekutif Dewan Ritel Australia Chris Rodwell menilai bahwa pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab sangat membantu menekan ancaman di area publik. Berdasarkan analisis Kabayan News, pengenalan wajah berpotensi menjadi standar pengamanan baru bagi industri ritel untuk mendaluwarsa pelaku kejahatan berulang sebelum insiden berbahaya terjadi.
Komisi Privasi Australia sebelumnya telah merilis panduan mutakhir terkait pemanfaatan sistem pemindai di ruang publik termasuk toko ritel. Di sisi lain, survei serikat pekerja Shop, Distributive and Allied Employees Association mencatat sekitar sepertiga karyawan ritel masih merasa kurang aman di lingkungan kerja mereka.