Gigitan sandfly di area pantai atau taman pesisir sering kali disangka sebagai gigitan nyamuk biasa oleh sebagian besar orang. Berdasarkan analisis tim redaksi, memahami perbedaan antara gigitan serangga kecil ini sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan menghindari risiko komplikasi kulit yang lebih serius.
Serangga berukuran sangat kecil antara 2 mm hingga 3 mm ini jauh lebih aktif pada pagi hari dan sore saat angin tidak berhembus kencang. "Sandfly tidak mengeluarkan suara berdengung seperti nyamuk saat terbang sehingga kehadirannya kerap tidak disadari oleh para pengunjung pantai," demikian penjelasan dari laporan kesehatan terkini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari segi cara makan, nyamuk mengisap darah langsung dari pembuluh darah menggunakan tabung tipis seperti jarum, sementara sandfly merobek kulit untuk membentuk genangan darah kecil. Metode makan sebagai pool feeders inilah yang memicu reaksi imun tubuh lebih kuat sehingga bentol gigitan sandfly terasa jauh lebih gatal dan terkadang memicu lepuh berisi cairan.
Meskipun sebagian besar kasus gigitan hanya menimbulkan reaksi alergi lokal dan rasa gatal yang hebat, beberapa spesies sandfly di luar negeri diketahui dapat menularkan parasit penyebab penyakit leishmaniasis. Namun, para ahli medis menegaskan bahwa risiko penularan penyakit berat tersebut sangat rendah di wilayah lokal dan umumnya hanya ditemukan pada pelancong dari daerah endemis.
Penanganan awal untuk mengatasi gigitan sandfly meliputi membersihkan area luka dengan sabun dan air mengalir serta mengompres dingin untuk meredakan bengkak. Penggunaan obat bebas seperti antihistamin oral dan krim steroid topikal juga disarankan untuk mengurangi peradangan, seraya menghindari garukan berlebihan demi mencegah infeksi sekunder.