Helix Nebula menjadi pusat perhatian para astronom setelah teleskop MOTHRA berhasil mendeteksi puluhan gelombang kejut busur yang memperlihatkan detik-detik bintang sekarat memasok material kembali ke galaksi.
Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses transisi serpihan material bintang purba yang hancur perlahan dan berbaur dengan ruang antarbintang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature, tim peneliti di bawah pimpinan astronom Yale University Pieter van Dokkum berhasil mengidentifikasi 22 gelombang kejut busur di bagian timur nebula terdekat tersebut.
"Kami melihat material yang dilepaskan di akhir masa hidup bintang hancur berkeping-keping dan dikembalikan ke galaksi," ujar Pieter van Dokkum menjelaskan temuan penting tersebut.
Pengamatan mutakhir ini memanfaatkan teleskop Modular Optical Telephoto Hyperspectral Robotic Array atau MOTHRA yang dibangun di Chile, meskipun saat itu baru menggunakan lima dari total tiga puluh tumpuan lensa yang direncanakan.
Berdasarkan perhitungan kecepatan ekspansi gas mencapai puluhan kilometer per detik, para peneliti memperkirakan gumpalan material tersebut berasal dari fase amplop sirkumstellar yang berusia puluhan ribu tahun.
Sementara itu, rekan peneliti Imad Pasha mengungkapkan bahwa bentuk gelombang kejut menunjukkan perubahan drastis seiring bertambahnya jarak dari pusat bintang mati atau white dwarf.
Studi mendalam ini diharapkan mampu membantu para ilmuwan memahami secara akurat rentang waktu kehancuran serpihan material bintang dalam siklus kosmik galaksi Bimasakti.