Biaya kuliah tinggi dan utang pinjaman mahasiswa sering kali menjadi beban finansial besar bagi para pelajar di Inggris. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, sistem pendidikan tinggi di sana berada dalam dinamika politik yang konstan, sehingga pemahaman dasar mengenai jenis pinjaman dan mekanisme pembayarannya menjadi hal krusial untuk mengelola keuangan setelah lulus universitas.
Di Inggris, terdapat dua jenis pinjaman pemerintah utama untuk mahasiswa pendidikan tinggi, yakni tuition fee loan dan maintenance loan. Tuition fee loan merupakan opsi pinjaman opsional untuk menutupi biaya kuliah penuh di perguruan tinggi. Biaya kuliah ini bervariasi di setiap wilayah, di mana untuk tahun akademik 2026/2027, batas maksimal biaya kuliah mahasiswa sarjana penuh waktu di Inggris dan Wales naik hingga sembilan ribu tujuh ratus sembilan puluh poundsterling per tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain biaya kuliah, mahasiswa juga dapat memanfaatkan maintenance loan guna menutupi biaya hidup sehari-hari selama menempuh pendidikan. Besaran pinjaman ini dihitung berdasarkan pendapatan rumah tangga serta disalurkan langsung ke rekening bank pribadi di awal setiap term akademik. Berdasarkan laporan media online, penggunaan pinjaman pemeliharaan ini bersifat opsional, meskipun sebagian besar mahasiswa memilihnya guna membayar sewa akomodasi dan biaya transportasi.
Sistem pembayaran kembali pinjaman mahasiswa telah direstrukturisasi beberapa kali selama beberapa dekade terakhir sehingga menghasilkan berbagai rencana pembayaran aktif. Menurut aturan yang berlaku, alumni hanya diwajibkan memulai cicilan pinjaman ketika pendapatan tahunan sebelum pajak berada di atas ambang batas minimum. Jika pendapatan turun di bawah batas tersebut, cicilan bulanan otomatis berhenti.
Terdapat lima jenis rencana pinjaman mahasiswa berbeda yang mencakup seluruh pelajar pendidikan tinggi di Inggris, tergantung pada wilayah tempat tinggal sebelum kuliah. Plan satu, dua, dan empat berlaku untuk mahasiswa sarjana, sementara pinjaman pascasarjana atau Plan tiga khusus ditujukan bagi individu yang telah menyelesaikan setidaknya satu gelar di masa lalu. Setiap rencana memiliki besaran persentase pemotongan pendapatan dan ketentuan tingkat bunga yang berbeda-beda.
Utang pinjaman mahasiswa tidak berlangsung selamanya karena terdapat kebijakan penghapusan utang setelah jangka waktu tertentu atau ketika peminjam mencapai usia enam puluh lima tahun. Perubahan aturan terbaru seperti penerapan Plan lima memperpanjang masa penghapusan utang dari tiga puluh tahun menjadi empat puluh tahun demi meningkatkan peluang pelunasan sebelum masa kedaluwarsa tiba.