Biografi Selo Soemardjan mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh pendidikan dan pemerintahan Indonesia yang lahir pada 23 Mei 1915 di lingkungan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Tumbuh besar dengan latar belakang keluarga pejabat tinggi Kasultanan Yogyakarta, ia memperoleh kesempatan menempuh pendidikan gaya Belanda sebelum mengawali karier pengabdian sebagai seorang camat.
Berdasarkan analisis awak media terhadap catatan sejarah hidupnya, pengalaman bertugas sebagai camat di tengah masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga era revolusi membentuk karakter Selo sebagai peneliti sosial ulung. "Saya adalah camat yang mengalami penjajahan Belanda, masuknya Jepang, dilanjutkan dengan zaman revolusi," kenangnya dalam catatan masa lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier akademiknya melonjak naik seusai meraih gelar doktor di Cornell University, Amerika Serikat, hingga dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi Indonesia. Ia mendirikan sekaligus menjabat sebagai dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan yang kini bertransformasi menjadi FISIP Universitas Indonesia, tempat ia mendedikasikan diri mengajar ilmu sosiologi hingga akhir hayat.
Bukan sekadar akademisi ulung, pengabdian Selo juga mencakup ranah pemerintahan dengan menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain sekretaris wakil presiden RI hingga staf ahli presiden. Pemerintah menganugerahinya penghargaan Bintang Mahaputera Utama sebagai bentuk pengabdian nyata atas jasa besar terhadap bangsa dan negara.
Selo Soemardjan menghembuskan napas terakhir pada 11 Juni 2003 dalam usia 88 tahun dengan meninggalkan warisan pemikiran luar biasa mengenai cipta, rasa, dan karsa sebagai tiga kemampuan dasar manusia pembentuk kebudayaan.