Prof. Dr. Deliar Noer adalah seorang cendekiawan, pemikir, peneliti, dan politikus terkemuka asal Indonesia yang lahir pada 9 Februari 1926 di Parak Laweh, Agam, Sumatera Barat. Berdasarkan penelusuran latar belakangnya, ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Noer bin Joesof dan ibunya, dengan masa kecil yang diwarnai kepindahan tempat tinggal akibat tugas sang ayah.
Perjalanan pendidikan Deliar terbilang lintas daerah, mulai dari HIS Taman Siswa Tebing Tinggi, MULO Bukittinggi, INS Kayutanam, hingga SMT Kolese Kanisius di Jakarta. Pengamatan tim redaksi menunjukkan ketekunannya dalam menimba ilmu membawanya meraih gelar sarjana dari Universitas Nasional, sebelum melanjutkan studi master dan doktor di Universitas Cornell, Amerika Serikat, pada tahun 1963 melalui disertasinya tentang Gerakan Islam Modernis di Indonesia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarier profesional Deliar merentang dari dunia jurnalistik hingga akademis, di mana ia pernah aktif sebagai penyiar Radio Republik Indonesia serta wartawan koran Berita Indonesia demi membiayai pendidikannya. Kiprah organisasinya juga menonjol ketika ia memimpin Himpunan Mahasiswa Islam cabang Jakarta dan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar HMI pada tahun 1953.
Dedikasi Deliar di dunia pendidikan membawanya menduduki kursi rektor IKIP Jakarta pada tahun 1967 sebelum akhirnya diberhentikan akibat sikap kritisnya terhadap pemerintah dalam penanganan Peristiwa Malari. Meskipun menghadapi berbagai dinamika politik termasuk larangan mengajar, ia terus berkontribusi sebagai peneliti di Universitas Nasional Australia dan dosen tamu di Universitas Griffith.
Kontribusi besar Deliar bagi bangsa juga terwujud dalam dunia politik dan kelembagaan, termasuk saat ia mendirikan Partai Ummat Islam serta aktif dalam berbagai riset sosial keagamaan. Ia menghembuskan napas terakhir pada 18 Juni 2008, meninggalkan warisan intelektual mendalam sebagai salah satu perintis dasar pengembangan ilmu politik di Tanah Air.