Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Biografi Sultan Hasanuddin, Pahlawan...
BERITA

Biografi Sultan Hasanuddin, Pahlawan Nasional Berjuluk Ayam Jantan dari Timur

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 11 Agustus 2026
Biografi pahlawan nasional Sultan Hasanuddin Ayam Jantan dari Timur

Biografi pahlawan nasional Sultan Hasanuddin Ayam Jantan dari Timur

Biografi Sultan Hasanuddin mencatat perjalanan hidup pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Makassar pada 12 Januari 1631 dengan nama kecil Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Ia merupakan putra dari Raja Gowa ke-15, Sultan Malikussaid Tumenanga ri Papang Batunna, dan ibunya bernama I Sabbe Lokmo Daeng Takontu. Jiwa kepemimpinannya sudah menonjol sejak kecil, dikenal cerdas, serta memiliki kemampuan berdagang yang ulung hingga membangun jaringan luas.

Hasanuddin kecil memperoleh pendidikan keagamaan di Masjid Bontoala serta sering diajak sang ayah menghadiri pertemuan penting untuk menyerap ilmu diplomasi dan strategi perang. Saat memasuki usia 21 tahun, ia diamanatkan memegang jabatan urusan pertahanan Gowa sebelum akhirnya meneruskan takhta kesultanan dan memerintah dari tahun 1653 hingga 1669. Selain bimbingan ayahnya, ia juga belajar ilmu pemerintahan dari Mangkubumi Kesultanan Gowa, Karaeng Pattingaloang.

Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Gowa menghadapi tekanan berat dari Kompeni Belanda VOC yang berniat memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah timur Nusantara. Penolakan tegas Sultan Hasanuddin terhadap kebijakan monopoli dan kesewenang-wenangan VOC memicu perlawanan sengit. VOC Belanda di bawah pimpinan Cornelis Speelman akhirnya memaksa Kesultanan Gowa menandatangani Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667 setelah pertempuran berkecamuk.

Gowa yang merasa dirugikan kembali mengangkat senjata melawan VOC hingga pertempuran besar pecah pada tahun 1669, di mana VOC berhasil menguasai benteng terkuat Benteng Sombaopu. Sultan Hasanuddin wafat pada 12 Juni 1670 karena penyakit ari-ari dan dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. Atas keberaniannya melawan penjajah, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973 pada 6 November 1973.

Warisan Nama Sultan Hasanuddin di Penjuru Negeri

Jasa besar Sultan Hasanuddin dalam membela kedaulatan Nusantara membuat namanya diabadikan pada berbagai fasilitas publik strategis di Indonesia. Mulai dari institusi pendidikan tinggi terkemuka seperti Universitas Hasanuddin hingga jajaran pertahanan militer Kodam XIV/Hasanuddin memakai namanya.

Nama pahlawan besar ini juga menghiasi infrastruktur perhubungan penting, termasuk Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar yang menjadi gerbang udara utama kawasan timur Indonesia. Selain itu, kapal perang Republik Indonesia KRI Sultan Hasanuddin turut mengemban nama sang tokoh pejuang.

Penghormatan terhadap perjuangan Ayam Jantan dari Timur juga diwujudkan melalui penamaan Jalan Sultan Hasanuddin di berbagai kota besar di seluruh penjuru Indonesia. Pengabdian dan keteguhan sikapnya dalam menjaga keadilan ekonomi tetap dikenang oleh generasi bangsa.

Kisah kepahlawanan Sultan Hasanuddin menjadi inspirasi abadi tentang keteguhan prinsip menghadapi penindasan kolonialisme di tanah air. Warisan semangat juangnya terus hidup dalam lembaran sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Topics
sultan hasanuddin biografi pahlawan nasional kesultanan gowa ayam jantan dari timur voc makassar sejarah indonesia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.