Semarak perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berhenti pada hari H tanggal 17 Agustus saja. Berdasarkan laporan media, sejumlah sekolah di Surabaya terpantau masih menggelar ragam perlombaan seru guna merawat euforia kemerdekaan sekaligus memberikan nilai edukasi tersendiri bagi para siswanya.
Para pendidik menilai bahwa dunia pendidikan modern tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik atau hard skill semata. Kegiatan luar kelas seperti lomba tradisional terbukti ampuh menjadi media pembelajaran yang menyenangkan untuk melatih sportivitas, komunikasi, kreativitas, hingga kepercayaan diri anak didik.
Di MI Baiturrahman Surabaya, misalnya, kemeriahan diisi dengan berbagai permainan kreatif seperti lomba memindahkan air, estafet hanger, hingga estafet karung. Kepala MI Baiturrahman Surabaya, Muhammad Sahrul Suhartaji, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar ajang hiburan kosong.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Semua ini untuk melatih siswa dalam kebersamaan," ujar Sahrul dalam keterangannya, menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini.
Selain melatih kekompakan, momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan para guru untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan moral kepada generasi muda agar memiliki pendirian yang kokoh. "Generasi muda jangan sampai ikut arus zaman. Harus mempunyai pendirian yang dilandasi kejujuran, kebenaran dan moral religius yang tangguh," kata Sahrul menambahkan.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh tenaga pendidik dari SMK Negeri 12 Surabaya, Mulyadi Bayu Wibisana. Menurutnya, kemampuan non-teknis seperti kepemimpinan, kerja sama tim, problem solving, dan public speaking memegang peranan krusial sebagai bekal utama bagi siswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja.
Sebagaimana diwartakan, kolaborasi antara sekolah, dunia industri, serta keikutsertaan dalam berbagai ajang kompetisi menjadi kunci penting dalam membentuk mental dan budaya kerja siswa. Penggabungan porsi yang seimbang antara keterampilan teknis dan penguatan soft skill diyakini mampu melahirkan lulusan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman.