Odd Radio Circle atau ORC paling kompakt berhasil dideteksi secara tidak sengaja oleh para astronom melalui data teleskop Low Frequency Array atau LOFAR. Fenomena astronomi berbentuk cincin radio ini ditemukan dalam survei kosmik terbaru yang menganalisis aktivitas galaksi di luar angkasa.
"Penelitian ini menganalisis sumber radio unik dengan amplop difus yang memicu pertanyaan apakah objek ini merupakan Odd Radio Circle baru atau fenomena tersendiri," tulis tim peneliti yang dipimpin oleh M. Polletta dalam laporan ilmiah mereka.
Struktur lingkaran radio misterius ini memiliki ukuran sekitar 9 arcsecond dan dikelilingi oleh emisi difus yang sangat redup. Karakteristik tersebut membuat ORC berjuluk J1248+4826 ini jauh lebih kompak dibandingkan penemuan-penemuan sebelumnya yang rata-rata berukuran 1 arcminute.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara ilmuwan menduga kelompok galaksi menjadi rumah bagi objek tersebut alih-alih hanya satu galaksi eliptis tunggal. Analisis spektral dan data dari Dark Energy Spectroscopic Instrument turut digunakan untuk memetakan letak anggota kelompok galaksi di sekitar cincin radio ini.
Misteri Asal Usul Cincin Radio di Alam Semesta
Asal-usul pembentukan ORC hingga kini masih menjadi perdebatan hangat di kalangan astronom dunia. Beberapa teori mengaitkannya dengan ledakan energik berskala ekstragalaksi, aktivitas lubang hitam supermasif, atau sisa-sisa interaksi jet radio di masa lalu.
Tim peneliti menyimpulkan bahwa jet radio masa lalu yang membentuk gelembung plasma di medium antarkelompok menjadi skenario paling masuk akal. Observasi sinar-X lanjutan sangat dibutuhkan guna memastikan penyebab pasti di balik fenomena kosmik langka tersebut.
Fenomena lingkaran radio kosmik pertama kali terdeteksi menggunakan teleskop Australian SKA Pathfinder atau ASKAP sebelum akhirnya ditemukan pula pada observasi teleskop lainnya. Objek-objek ini memiliki bentuk menyerupai cincin dengan bagian tepi yang jauh lebih terang daripada bagian tengahnya.
"Karena objek ini lebih kompak daripada batas 1 arcminute yang biasa digunakan dalam pencarian sistematis, bisa jadi ada populasi ORC berukuran kecil yang belum terungkap," jelas para peneliti dalam studi tersebut.
Ketidakadaan emisi pada panjang gelombang lain membuat karakteristik ORC sulit diidentifikasi secara menyeluruh. Hal ini membedakan struktur cincin radio misterius ini dari sisa-sisa supernova ataupun nebula planet lazim lainnya.
Para astronom mengombinasikan data observasi LOFAR dengan arsip frekuensi radio tinggi dari NRAO VLA Sky Survey dan Westerbork Northern Sky Survey. Langkah itu dilakukan untuk mempersempit berbagai skenario pembentukan struktur cincin unik tersebut.
Simulasi komputer tambahan serta pengamatan mendalam lewat sinar-X kini tengah disiapkan oleh para ilmuwan. Upaya tersebut diharapkan mampu menguak apakah seluruh ORC terbentuk melalui mekanisme serupa atau dipicu oleh proses fisik yang beragam.