Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Ancaman Perang Ekonomi Trump, Mitra...
INTERNASIONAL

Ancaman Perang Ekonomi Trump, Mitra Dagang Utama Iran Terancam

By Bambang Prasetyo 3 min read 21 Agustus 2026
Presiden AS Donald Trump ancam mitra dagang Iran lewat perang ekonomi

Presiden AS Donald Trump ancam mitra dagang Iran lewat perang ekonomi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas melancarkan perang ekonomi terhadap Iran setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan geopolitik yang fluktuatif. Kebijakan agresif tersebut mengancam negara mana pun yang masih berani menjalin hubungan perdagangan dengan republik Islam tersebut.

Berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Tiongkok tercatat sebagai mitra dagang terbesar yang menguasai lebih dari seperempat total perdagangan Iran. Sepanjang tahun 2024, nilai impor Iran dari Tiongkok mencapai 18 miliar dolar AS, sementara ekspornya ke Negeri Tirai Bambu menyentuh angka 14,5 miliar dolar AS.

Komoditas utama yang diekspor Teheran ke Beijing didominasi oleh produk hidrokarbon serta senyawa kimia seperti alkohol industri dan plastik. Sebaliknya, Iran mengimpor berbagai kebutuhan vital meliputi mesin industri, peralatan elektronik, mobil, dan logam dari Tiongkok.

Selain Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA) sebelumnya juga memegang peranan krusial sebagai salah satu pusat transit perdagangan utama bagi Iran. Data WTO mencatat porsi impor Iran dari UEA mencapai 30,6 persen atau bernilai sekitar 21 miliar dolar AS pada tahun 2024 lalu.

Daftar Negara Mitra Dagang Iran yang Terdampak

Kendati demikian, dinamika geopolitik global yang semakin memanas akibat tekanan Washington memaksa sejumlah negara penopang ekonomi Iran untuk meninjau ulang posisi strategis mereka. Kebijakan sanksi ketat dari Amerika Serikat kini menjadi ujian berat bagi ketahanan ekonomi domestik Teheran dan mitra-mitra internasionalnya.

Turki menjadi salah satu negara tetangga yang mencatatkan volume transaksi ekonomi yang masif dengan Iran dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Otoritas kepabeanan Iran mencatat nilai impor dari Turki mencapai 5,6 miliar dolar AS, sementara ekspor produk hidrokarbon ke Ankara menyentuh 7,91 miliar dolar AS.

Rusia turut memperkuat kerja sama bilateral dengan membuka jalur perdagangan baru melalui Laut Kaspia guna menghindari hambatan logistik internasional. Nilai ekspor Moskow ke Teheran tercatat sebesar 1,36 miliar dolar AS, sementara impor produk pertanian dari Iran bernilai 930 juta dolar AS.

Negara-negara lain seperti Irak, India, Jerman, hingga Jepang juga menghadapi risiko serupa akibat kebijakan pembatasan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. India tercatat masih mengandalkan pasokan minyak mentah dari Iran di tengah upaya diversifikasi energi nasional mereka.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa pengawasan terhadap arus perdagangan global dengan Iran akan terus diperketat melalui instrumen sanksi keuangan dan sekunder. Situasi ini membuat masa depan hubungan dagang internasional Iran berada di ambang ketidakpastian yang cukup tinggi.

Topics
iran donald trump perang ekonomi amerika serikat sanksi perdagangan internasional tiongkok uea turki rusia
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.