Pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS 2026 di Jakarta Selatan resmi dimulai dengan menyasar ratusan pelajar di Sekolah Dasar Islam atau SDI Darunnajah Ulujami. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, rangkaian imunisasi ini dirancang memperkuat kekebalan tubuh anak sekaligus mencegah risiko penularan penyakit berbahaya seperti difteri, tetanus, campak, rubela, dan kanker serviks.
Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa program nasional tersebut berjalan lancar berkat kerja sama aktif antara pihak sekolah dan Dinas Kesehatan setempat. Menurut Koordinator Unit Kesehatan Sekolah SDI Darunnajah Ulujami Risna Novianti, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan untuk memastikan perlindungan kesehatan anak tetap berlanjut setelah masa balita.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kegiatan ini memang merupakan agenda rutin setiap bulan Agustus dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Begitu pemerintah menggalakkan programnya, Dinas Kesehatan menghubungi pihak sekolah, dan kami secara penuh memfasilitasi pelaksanaannya di sini," ungkap Novi sebagaimana dikutip dari keterangannya pada Senin, 10 Agustus 2026.
Pelaksanaan BIAS tahun ini di SDI Darunnajah Ulujami berfokus pada tiga kelompok kelas utama dengan jenis vaksin bervariasi. Sebanyak 125 siswa kelas 1 mendapatkan imunisasi Measles-Rubella, sekitar 50 siswa kelas 5 menerima imunisasi lanjutan, serta kurang lebih 25 siswi kelas 6 mendapatkan vaksin HPV pencegah kanker serviks.
Dari analisis Kabayan News, pihak sekolah tidak hanya menyediakan ruang khusus vaksinasi demi kelancaran prosedur medis, melainkan juga mewajibkan pemeriksaan kesehatan umum bagi seluruh pelajar dari kelas 1 hingga kelas 6. Langkah preventif tersebut dinilai krusial mengingat kerentanan tinggi anak usia sekolah terhadap paparan penyakit menular.
"Imunisasi ini sangat penting sebagai tindakan pencegahan penyakit. Anak-anak pada usia ini masih sangat rentan, sehingga mereka membutuhkan pembentukan kekebalan tubuh kuat sejak dini untuk mencegah penyakit berisiko tinggi," tegas Novi.
Suasana pemberian vaksin sempat diwarnai dinamika khas anak-anak berupa rasa takut dan tangis saat hendak disuntik. Meskipun demikian, tim tenaga kesehatan bersama para guru sigap melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan para siswa sehingga proses imunisasi dapat tuntas dengan baik.