Perjalanan bersejarah Cape Verde di ajang Piala Dunia 2026 akhirnya harus terhenti di babak 32 besar. Bertanding di Stadion Hard Rock, Miami, tim berjuluk Blue Sharks tersebut kalah dramatis dengan skor 2-3 dari sang juara bertahan, Argentina, melalui drama babak tambahan waktu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meski gagal melangkah ke fase berikutnya, Cape Verde pulang dengan kepala tegak setelah berhasil memaksa Argentina bermain ekstra keras selama 120 menit. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, skuad asuhan Bubista ini tampil tanpa rasa takut dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Pelatih Cape Verde, Bubista, mengaku sangat bangga dengan komitmen dan daya juang yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang pertandingan. "Kami berhasil menunjukkan identitas permainan kami yang sebenarnya dan menjaga martabat negara di panggung dunia," ujarnya seusai laga sengit tersebut.
Dari pantauan redaksi, salah satu pahlawan yang membuat lini depan Argentina frustrasi adalah kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha. Penjaga gawang utama Cape Verde ini melakukan total delapan penyelamatan krusial, termasuk empat kali menggagalkan peluang emas yang didapatkan oleh kapten Argentina, Lionel Messi.
Ketangguhan Cape Verde sejatinya sudah diprediksi oleh pengamat sepak bola Agung Iqbal Ramadan dalam podcast SUPER TAKTIK di Gedung Tribunnews. Menurut Agung, Argentina tidak akan dengan mudah membongkar pertahanan Blue Sharks yang dikenal militan dan disiplin.
Dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan Argentina sejak peluit pertama berbunyi tidak serta-merta membuat mereka leluasa. Cape Verde bahkan sempat dua kali menyamakan kedudukan lewat skema serangan balik cepat yang mematikan, sebelum akhirnya gol penentu Argentina lahir di pertengahan babak kedua extra time.
Perlawanan luar biasa ini bahkan mendapat penghormatan langsung dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Kekalahan ini menahbiskan Cape Verde sebagai salah satu tim paling mengejutkan yang memberikan perlawanan paling gigih terhadap sang juara bertahan di turnamen tahun ini.