Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Krisis Bek Kanan Inggris: Pilihan...
OLAHRAGA

Krisis Bek Kanan Inggris: Pilihan Kontroversial Thomas Tuchel Jadi Sorotan

Krisis lini pertahanan kanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 bersama pelatih Thomas Tuchel

Krisis lini pertahanan kanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 bersama pelatih Thomas Tuchel

Baru berjalan tiga pertandingan di Piala Dunia 2026, Timnas Inggris sudah harus kehilangan seluruh opsi bek kanan yang mereka bawa ke turnamen. Posisi yang awalnya menjadi kekuatan utama Three Lions kini berubah menjadi titik lemah terbesar pada momen paling krusial. Cedera yang menimpa Reece James, Tino Livramento, dan Jarell Quansah membuat pelatih Thomas Tuchel kini berada di bawah tekanan besar akibat beberapa keputusan pemilihan pemain yang dinilai janggal.

Berdasarkan laporan dari jalannya turnamen, badai cedera ini bermula bahkan sebelum kompetisi resmi bergulir. Setelah bek Arsenal, Ben White, mengalami cedera lutut parah pada Mei lalu, Tino Livramento dari Newcastle United menyusul setelah menderita masalah betis saat sesi latihan menjelang laga pembuka kontra Croatia. Cedera ini menjadi pukulan telak mengingat sang pemain memang sudah berjuang dengan kebugarannya sepanjang musim.

Masalah bagi Inggris kian memuncak saat kapten Chelsea, Reece James, mengalami cedera otot paha dalam laga imbang tanpa gol melawan Ghana. Tim redaksi mengamati bahwa James dipaksa tetap bermain hingga laga usai karena Thomas Tuchel telah menghabiskan seluruh kuota pergantian pemain. Kini, tingkat keparahan cederanya dilaporkan lebih buruk dari perkiraan awal, yang membuat partisipasinya di sisa turnamen menjadi sangat diragukan.

Kondisi semakin diperparah ketika Jarell Quansah, yang masuk menggantikan James, terpaksa keluar lapangan akibat cedera pergelangan kaki yang terkilir saat Inggris melakoni laga fase grup terakhir melawan Panama. Situasi ini praktis membuat skuad Inggris kehabisan pemain murni yang diplot untuk mengisi sektor kanan pertahanan mereka.

Menurut pernyataan resmi Thomas Tuchel setelah pertandingan, pelatih asal Jerman tersebut tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. "Ini adalah cedera pergelangan kaki klasik dan dia merasa kesakitan. Tentu saja saya khawatir dengan situasi bek kanan ini karena kami kehilangan pemain lagi. Ini akan menjadi balapan yang ketat bagi Reece James dan Jarell Quansah untuk bisa kembali, tetapi tugas kami adalah menemukan solusi," ujar Tuchel.

Dari pantauan redaksi, Thomas Tuchel kini menjadi sasaran kritik karena dianggap tidak memitigasi risiko cedera dengan baik. Riwayat medis Livramento yang buruk sepanjang musim 2025-2026 dan masalah kebugaran kambuhan Reece James seharusnya menjadi peringatan besar. Terlebih lagi, Tuchel justru memilih memanggil bek tengah Trevoh Chalobah dari daftar tunggu ketimbang bek kanan murni Real Madrid, Alexander-Arnold, setelah Livramento dipastikan absen.

Di tengah situasi darurat ini, posisi bek kanan Inggris kemungkinan besar akan dipercayakan kepada Djed Spence, pemain yang sebenarnya dipanggil untuk mengisi posisi bek kiri cadangan. Thomas Tuchel sebelumnya memuji fleksibilitas pemain Tottenham Hotspur tersebut yang dinilai mampu bermain di kedua sisi sayap pertahanan serta memiliki kecepatan luar biasa dalam situasi satu lawan satu.

Piala Dunia 2026 kini menjadi panggung pembuktian besar bagi Djed Spence yang memiliki kisah kebangkitan luar biasa setelah sempat diprediksi akan meredup beberapa tahun lalu. Skuad Three Lions kini harus berjuang keras di babak gugur dengan menambal lubang besar di lini pertahanan demi menjaga asa meraih gelar juara dunia di Amerika Utara.

// TOPICS
#piala_dunia_2026 #timnas_inggris #thomas_tuchel #reece_james #djed_spence #sepak_bola_internasional
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.