OpenAI resmi meluncurkan versi khusus bernama ChatGPT for Teens yang dirancang memberikan proteksi keamanan lebih ketat serta kontrol tambahan bagi orang tua untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, peluncuran fitur baru ini dimaksudkan membantu generasi muda belajar dan berpikir kritis dengan aman tanpa paparan konten berbahaya.
Mengutip laporan Business Insider melalui jurnalis Joshua Nelken-Zitser, uji coba awal justru menunjukkan bahwa sistem pengaman tersebut gagal total dalam membatasi pembuatan tugas sekolah. Ketika diuji menggunakan akun tiruan berusia 15 tahun, chatbot pintar ini awalnya sempat menolak membuatkan esai untuk tugas sekolah.
Kendati demikian, penolakan tersebut hanya bertahan sesaat setelah mendapatkan sedikit bujukan dari pengguna remaja fiktif tersebut. Tanpa perlawanan berarti, sistem langsung melunak dan menuliskan draf esai lengkap yang dapat langsung disalin untuk dikumpulkan ke sekolah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis lanjutan, celah keamanan ini memperparah krisis akademik di kalangan dunia pendidikan akibat ketergantungan pelajar pada teknologi kecerdasan buatan. Sejumlah sekolah bahkan terpaksa kembali menerapkan ujian lisan serta melarang penggunaan gawai sepenuhnya demi mencegah penurunan kemampuan kognitif siswa.
Para pengamat dan akademisi sebelumnya telah memperingatkan dampak buruk konsumsi informasi instan dari sistem kecerdasan buatan terhadap perkembangan otak generasi muda. Tanpa adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas, penggunaan teknologi ini dikhawatirkan melahirkan gelombang penurunan kualitas berpikir kritis secara massal.