Mayoritas anak muda kini merasa lebih khawatir daripada antusias terhadap peran kecerdasan buatan atau AI dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan survei Pew Research yang dirilis pada Selasa. Sebanyak 55 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun menyatakan rasa cemas mereka terhadap teknologi tersebut, sementara hanya 11 persen yang merasakan sebaliknya.
Angka tersebut menunjukkan pergeseran tajam dari tahun 2021 ketika Pew mulai memantau pandangan warga Amerika Serikat terhadap teknologi berkembang ini. Pada saat itu, hanya 31 persen anak muda yang menyatakan tingkat kekhawatiran lebih tinggi dibandingkan antusiasme mereka.
Jajak pendapat yang melibatkan 3.488 orang dewasa Amerika Serikat dan dilakukan pada 22 hingga 28 Juni tersebut mengungkapkan bahwa skeptisisme luas terhadap AI berpusat pada dampaknya terhadap dunia ketenagakerjaan. Sebanyak 71 persen responden meyakini bahwa AI akan menyebabkan berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan dalam dua dekade mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebaliknya, hanya 5 persen responden yang berpendapat bahwa teknologi kecerdasan buatan ini akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru selama periode waktu tersebut. Kalangan muda juga mengutarakan keyakinan bahwa AI berpotensi mematikan kreativitas serta hubungan antarmanusia dalam jangka panjang.
OpenAI Luncurkan Fitur ChatGPT for Teens
Menanggapi meningkatnya pengawasan terhadap efek chatbot AI pada anak-anak, perusahaan teknologi termasuk OpenAI mulai menggulirkan pengamanan yang lebih ketat. OpenAI mengumumkan peluncuran portal terpisah bernama ChatGPT for Teens yang dirancang sebagai pengalaman bawaan bagi pengguna berusia 13 hingga 17 tahun.
Platform baru ini dikembangkan bersama Stanford University dengan tujuan memfasilitasi bantuan belajar tanpa memberikan jawaban secara instan. Fitur tersebut dilengkapi kuis serta pengingat pekerjaan rumah yang mengarahkan remaja pada penyelesaian masalah secara kolaboratif.
Selain itu, platform khusus remaja ini menyediakan fitur Study Hours yang memungkinkan orang tua atau remaja menetapkan mode belajar secara otomatis pada waktu tertentu. Perlindungan bawaan yang lebih kuat juga disematkan untuk menangani isu melukai diri sendiri, kekerasan, hingga konten eksplisit.
Kekhawatiran publik turut dipicu oleh berbagai kasus hukum terkait penggunaan chatbot, termasuk gugatan yang diajukan orang tua remaja berusia 16 tahun terhadap OpenAI di Pengadilan Tinggi San Francisco County.