Berdasarkan laporan dari media Channel News Asia, kawasan Johor Bahru di Malaysia kini tengah digandrungi oleh tren kafe pinggir jalan bernuansa santai yang menggunakan kursi camping. Fenomena nongkrong malam hari ini mulai berkembang pesat sejak masa pemulihan pandemi dan didominasi oleh kalangan anak muda setempat.
Sebagaimana diwartakan, tren yang kerap diasosiasikan dengan istilah ruang penyembuhan atau "healing chair" ini bermula dari kreativitas para pelaku usaha yang memanfaatkan mobil van, kontainer, hingga area terbuka di pinggir jalan. Para pemilik usaha menawarkan pengalaman menyeruput kopi dengan suasana santai di bawah langit malam.
Salah satu destinasi yang menarik perhatian adalah Kopi Kampung Kak Cer yang dikelola oleh Mohd Rasif, di mana pengunjung dapat menikmati racikan kopi dengan sambutan hangat khas pemiliknya. Selain itu, terdapat pula Brewtiful Coffee yang berlokasi strategis di dekat jalan raya utama dan sering dikunjungi oleh pelancong asal Singapura.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak kalah menarik, J'Beans Coffee menawarkan konsep unik berupa kafe yang beroperasi langsung dari dalam kendaraan MPV modifikasi jenis Vellfire. Sementara itu, Buzz & Bean di Taman Molek menyajikan suasana tenang di halaman samping bangku dengan alunan musik indie yang memanjakan pengunjung.
Pilihan lainnya meliputi Kopi Semalam dengan gerai berbentuk kotak alat berwarna kuning cerah, serta Ranting Kafe di Kampung Melayu Majidee yang menawarkan pemandangan langsung ke jalur rel kereta api. Kehadiran berbagai kafe ini memperkaya ragam destinasi kuliner malam di Johor Bahru bagi para pencinta kopi.
Bagi pengunjung yang mencari pengalaman lebih luas, Renjana by Kafenatik dan Kopi 3 Pagi menyediakan area tempat duduk yang lebih besar untuk menampung para pencari tempat nongkrong hingga larut malam. Puncak dari tren ini dapat ditemukan di Santai Camp yang menyajikan area luas dengan kapasitas ratusan meja berlatar panorama senja.
Dikutip dari ulasan tersebut, keberhasilan deretan kafe pinggir jalan ini tidak lepas dari fleksibilitas konsep serta kehangatan interaksi antara pemilik dan para pelanggannya. Fenomena ini membuktikan bahwa kreativitas kuliner dapat tumbuh subur dari ruang-ruang publik sederhana di pinggir jalan.