Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Daftar Gubernur Sumatera Selatan,...
BERITA

Daftar Gubernur Sumatera Selatan, Sejarah Kepemimpinan dari Masa Kemerdekaan

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 12 Agustus 2026
Gedung Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang

Gedung Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang

Gubernur Sumatera Selatan memegang peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan daerah bersama wakil gubernur yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Provinsi ini memiliki sejarah kepemimpinan yang kaya dinamika, berakar dari masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia melawan agresi militer kolonial Belanda.

Masa pemerintahan peralihan dari penjajahan Jepang menuju kemerdekaan ditandai pengangkatan Adnan Kapau Gani sebagai Residen Palembang pada 24 Agustus 1945. Penunjukan tokoh pergerakan kemerdekaan tersebut dilakukan oleh Menteri Negara Mohammad Amir dan Gubernur Provinsi Sumatera Teuku Muhammad Hasan.

Pemerintah pusat kemudian mempercayakan Adnan Kapau Gani sebagai gubernur muda untuk wilayah kerja Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung. Langkah strategis ini memperkuat struktur pemerintahan lokal di tengah situasi gejolak revolusi fisik yang melanda nusantara.

Memasuki tahun 1946, Mohamad Isa mengemban tugas sebagai Residen Palembang sekaligus merangkap gubernur muda Provinsi Sumatera Selatan. Posisi tersebut dikukuhkan secara resmi pada Mei 1948 ketika ia diangkat penuh menjadi Gubernur Sumatera Selatan menggantikan Adnan Kapau Gani.

Dinamika Gubernur Militer dan Era Normalisasi Pemerintahan

Sumatera selatan

Pecahnya Agresi Militer II menuntut langkah antisipasi taktis untuk mempertahankan kedaulatan wilayah Sumatera Selatan dari ancaman musuh. Musyawarah di Curup pada 23 Desember 1948 memutuskan pengangkatan Adnan Kapau Gani sebagai Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan.

Koordinasi antara bidang sipil dan militer berjalan saling mengisi di bawah kepemimpinan Adnan Kapau Gani dan Mohamad Isa sebagai komisaris pemerintah. Sinergi tersebut memastikan perlawanan total terhadap agresi Belanda tetap berjalan efektif tanpa menimbulkan kebingungan birokrasi.

Penyelesaian konflik melalui Perjanjian Roem Roijen dan Konferensi Meja Bundar membawa angin segar bagi normalisasi pemerintahan sipil di daerah. Surat Keputusan Perdana Menteri RI pada 17 Desember 1949 resmi mengakhiri status Gubernur Militer terhitung mulai 1 Januari 1950.

Serah terima jabatan dari Adnan Kapau Gani kepada Mohamad Isa dilangsungkan di Palembang pada 17 Februari 1950 untuk mengembalikan sistem pemerintahan sipil seperti semula. Estafet kepemimpinan terus berlanjut dari masa ke masa hingga melahirkan berbagai figur kepala daerah yang membangun Sumatera Selatan.

Topics
gubernur sumatera selatan sejarah pemerintahan palembang adnan kapau gani mohamad isa sumatera selatan tokoh
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.