Profil Provinsi Sumatera Selatan mengulas wilayah strategis di bagian selatan Pulau Sumatra dengan Kota Palembang sebagai pusat pemerintahan. Hingga akhir tahun 2024, jumlah penduduk provinsi ini tercatat mencapai 9.064.690 jiwa.
Secara geografis, wilayah daratan Sumatera Selatan berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi di sebelah utara. Sisi timur berbatasan dengan Kepulauan Bangka-Belitung, wilayah selatan berbatasan dengan Lampung, sementara bagian barat berbatasan dengan Bengkulu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKawasan ini dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, terutama komoditas minyak bumi, gas alam, serta batu bara. Potensi besar tersebut menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung energi penting di tanah air.
Selain sektor pertambangan, nama daerah ini juga sangat lekat dengan kejayaan masa lalu karena pernah menjadi pusat Kedatuan Sriwijaya. Warisan sejarah maritim tersebut membentang luas sejak abad ke-7 hingga akhir abad ke-14.
Sejarah dan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan
Kerajaan Buddha Sriwijaya berdiri di wilayah yang kini menjadi Kota Palembang sejak abad ke-7 Masehi. Kekaisaran maritim ini menjelma sebagai kekuatan dominan di Nusantara sekaligus pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara.
Letak geografis yang strategis membuat ibu kota Sriwijaya tumbuh menjadi pelabuhan dagang internasional yang ramai. Para pedagang dari Tiongkok, India, hingga Timur Tengah singgah untuk melakukan transaksi ekonomi secara rutin.
Catatan sejarah dari biksu Buddha asal Tiongkok, Yijing, serta berbagai prasasti peninggalan seperti Kedukan Bukit dan Kota Kapur merekam ekspansi militer Sriwijaya. Kekuasaan maritim mereka mampu mengendalikan jalur perdagangan laut utama termasuk Selat Malaka.
Meskipun sempat menghadapi berbagai persaingan kekuasaan dengan kerajaan lain di Nusantara, pengaruh kebudayaan Sriwijaya meninggalkan jejak peradaban yang mendalam. Warisan historis tersebut membentuk identitas kuat bagi masyarakat setempat hingga saat ini.