Daftar Sultan Banten memuat catatan sejarah penguasa Kesultanan Banten yang pernah berjaya di wilayah ujung barat Pulau Jawa sebelum mengalami keruntuhan akibat intervensi kolonial. Berdasarkan analisis awak media terhadap arsip sejarah, eksistensi kesultanan ini memegang peranan penting dalam percaturan politik Nusantara selama berabad-abad.
Perubahan besar terjadi ketika peralihan kekuasaan dari Belanda kepada Inggris pada tahun 1813 membawa dampak drastis bagi struktur pemerintahan lokal. Thomas Stamford Raffles dari pihak Inggris memecah wilayah Banten menjadi empat kabupaten serta memaksa Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin turun takhta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan catatan silsilah resmi, Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin tercatat sebagai Sultan Banten terakhir dari trah asli yang berkuasa hingga tahun 1813 sebelum status kesultanan dihapuskan. Pengangkatan tokoh pengganti seperti Rafiuddin dari Rembang sebagai sultan tituler dilakukan oleh pemerintah kolonial tanpa memiliki garis keturunan sultan.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa penertiban gelar kebangsawanan sudah dimulai sejak masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa guna mengatur struktur pewaris takhta kerajaan. Gelar seperti Pangeran Ratu dan Pangeran Adipati menjadi fondasi penamaan keturunan bangsawan yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah.
Intervensi kekuasaan asing serta perjanjian ketat dengan pihak kolonial secara bertahap menggerus kedaulatan penuh Kesultanan Banten dalam urusan pemerintahan internal maupun eksternal. Peristiwa politik masa lampau tersebut mengakhiri riwayat kekuasaan politik sultan sekaligus mengubah fungsi keraton menjadi lembaga kenadziran.