Masyarakat Tionghoa Benteng atau yang kerap disapa Cina Benteng merupakan komunitas keturunan Tionghoa yang telah berabad-abad menetap di kawasan Tangerang, Provinsi Banten. Berdasarkan penelusuran sejarah, keberadaan kelompok etnis ini di wilayah Nusantara bahkan sudah tercatat sejak awal abad ke-15 Masehi.
Berdasarkan analisis tim redaksi, penamaan kelompok ini merujuk pada benteng pertahanan milik kolonial Belanda yang dahulu berdiri kokoh di tepi Sungai Cisadane. Benteng tersebut berfungsi strategis sebagai pos pengamanan militer untuk menahan laju serangan dari Kesultanan Banten di Pulau Jawa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan sejarah komunitas ini diwarnai oleh dinamika sosial politik yang cukup pelik, termasuk peristiwa ketegangan pascakemerdekaan Indonesia pada tahun 1946. Berbagai catatan mencatat bagaimana dinamika hubungan antara warga keturunan dan penduduk lokal sempat mengalami masa-masa penuh ujian.
Dari sudut pandang kebudayaan, akulturasi antara tradisi leluhur Tiongkok dan kebudayaan lokal Betawi serta Sunda melahirkan identitas yang begitu khas. Pengaruh tersebut tampak jelas dalam ragam busana tradisional, kesenian gambang kromong, hingga tradisi pernikahan unik bergaya Dinasti Manchu.
Tim redaksi mencatat bahwa hingga saat ini, eksistensi Tionghoa Benteng tetap menjadi bagian integral dari mozaik kebudayaan multikultural di wilayah penyangga ibu kota. Mereka terus merawat warisan leluhur sambil berdampingan secara harmonis dengan masyarakat dari berbagai latar belakang suku lainnya.