Defisit neraca dagang Indonesia berlanjut pada Juni 2026 sebesar US450juta,yangsejalandenganproyeksikonsensusparaekonomsebelumnyasetelahsempatmencatatkansurpluspanjang.
Berdasarkanlaporanres1,61 miliar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan bahwa sektor migas menjadi penyumbang utama pelemahan tersebut dengan angka defisit mencapai US3,49miliar,didominasiolehkomoditashasilminyaksertaminyakmentah.
′Padasaatyangsama,neracaperdagangannonmigassurplusUS3,04 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama dari lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Ateng dalam keterangan resminya.
Dari analisis awak media, berlanjutnya tren negatif ini menunjukkan bahwa tantangan eksternal dan kinerja sektor energi domestik masih memerlukan perhatian serius dari otoritas terkait guna mengembalikan stabilitas neraca perdagangan nasional.