Dampak PHK perusahaan memicu perubahan drastis pada beban kerja serta dinamika tim bagi karyawan yang bertahan di kantor. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fenomena pemutusan hubungan kerja seringkali meninggalkan tekanan psikologis tersendiri bagi para pekerja yang masih bertahan atau kerap disebut sebagai survivor syndrome.
Menurut laporan yang dibahas dalam siniar Work It oleh Nat Fetalvero dan Gerald Tan bersama narasumber Desmond Aw dan Ashwin Lee, mereka membagikan pengalaman nyata dalam menavigasi ketidakpastian setelah rekan setim mereka harus kehilangan pekerjaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, fenomena ini tidak hanya soal merangkap tugas tambahan akibat pengurangan personel, tetapi juga menguji ketahanan mental serta hubungan profesional di lingkungan kantor yang semakin kompetitif.
Sebagaimana dilaporkan oleh para praktisi karier, karyawan yang bertahan dituntut untuk memiliki strategi adaptasi yang kuat agar terhindar dari kelelahan mental atau burnout akibat lonjakan volume pekerjaan yang signifikan.
"Kami harus belajar beradaptasi dengan situasi yang tidak menentu dan merumuskan ulang rencana jangka panjang di tengah ketidakpastian organisasi," demikian ungkapan reflektif yang merangkum tantangan para pekerja dalam menghadapi gelombang restrukturisasi.