Dunia digital saat ini sangat bergantung pada keberadaan perangkat lunak yang dirancang untuk menghubungkan antarindividu secara daring. Perangkat ini dikenal luas sebagai social software atau perangkat lunak sosial yang mencakup berbagai media komunikasi serta sarana interaktif berbasis internet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara definisi, perangkat ini berfungsi untuk memudahkan interaksi sosial, kolaborasi, ekspresi diri, hingga pembentukan komunitas online secara terstruktur. Perkembangannya semakin pesat berkat hadirnya era Web 2.0 yang mendorong terciptanya hubungan instan serta kesempatan belajar bersama secara kolektif dari berbagai belahan dunia.
Terdapat beragam jenis perangkat yang masuk dalam kategori ini, mulai dari aplikasi pesan instan, chat room berbasis Internet Relay Chat, hingga perangkat kolaborasi kelompok seperti groupware dan wiki. Setiap alat memiliki karakteristik unik dalam memfasilitasi komunikasi baik secara one-to-one, one-to-many, maupun many-to-many.
Sejarah perkembangan perangkat komunikasi kolaboratif ini sendiri sudah dirintis sejak beberapa dekade lalu melalui berbagai konsep perintis. Mulai dari ide visioner Vannevar Bush tentang memex pada tahun 1945, pengembangan oNLine System oleh Douglas Engelbart pada tahun 1968, hingga kemunculan World Wide Web oleh Tim Berners-Lee di tahun 1989.
Memasuki awal tahun 2000-an, tren beralih ke platform jejaring sosial modern yang semakin masif digunakan oleh masyarakat global. Kehadiran berbagai situs perintis seperti Friendster, LinkedIn, MySpace, hingga peluncuran Facebook pada tahun 2004, mengubah total cara manusia berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun relasi secara digital.