Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil Graeme Souness, Eks Liverpool...
OLAHRAGA

Profil Graeme Souness, Eks Liverpool hingga Manajer Galatasaray

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Foto Graeme Souness saat menjadi pundit di studio sepak bola

Foto Graeme Souness saat menjadi pundit di studio sepak bola

Graeme James Souness adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Skotlandia yang juga malang melintang sebagai manajer dan kini dikenal sebagai pundit televisi. Lahir di Edinburgh pada 6 Mei 1953, pria berusia 73 tahun ini mengukir nama sebagai gelandang tangguh yang menjadi bagian penting dari kejayaan Liverpool di akhir 1970-an hingga awal 1980-an.

Bersama Liverpool, Souness meraih lima gelar Divisi Pertama dan tiga Piala Eropa. Ia menjabat sebagai kapten tim selama tiga musim sebelum hengkang ke Sampdoria pada 1984. Kariernya sebagai pemain-manajer di Rangers juga gemilang dengan tiga gelar Skotlandia dan empat piala liga. Penampilan terakhirnya sebagai pemain terjadi di menit-menit akhir laga Rangers musim 1989-90.

Setelah sukses di Rangers, Souness kembali ke Liverpool sebagai manajer pada musim 1991-92. Namun masa kepelatihannya di Anfield tidak semulus karier bermainnya. Ia sempat menjadi sorotan setelah wawancara kontroversial dengan The Sun pada peringatan tragedi Hillsborough, yang memicu kemarahan suporter. Ia mengundurkan diri pada Januari 1994 setelah tim tersingkir dari Piala FA oleh Bristol City.

Petualangan kepelatihan Souness berlanjut ke berbagai klub Eropa. Di Galatasaray, ia nyaris memicu kerusuhan setelah menancapkan bendera besar klub di tengah lapangan kandang rival Fenerbahce usai final Piala Turki 1996. Aksi ikonik itu membuatnya dijuluki "Ulubatli Souness" oleh suporter setempat. Ia juga pernah menangani Southampton, Torino, Benfica, Blackburn Rovers, dan Newcastle United.

Di Blackburn, Souness sukses membawa tim promosi ke Premier League dan memenangkan Piala Liga Inggris 2002. Namun di Newcastle, tekanan dari suporter mulai terasa setelah sejumlah pemain bintang dilaporkan hengkang dalam suasana kurang harmonis. Ia akhirnya dipecat pada Februari 2006 setelah tim terperosok ke posisi 15 klasemen, meski telah menggelontorkan lebih dari 50 juta pound untuk belanja pemain.

Sepanjang karier internasional, Souness mengoleksi 54 caps untuk Skotlandia dan 27 kali menjadi kapten. Ia tampil di tiga Piala Dunia yaitu 1978, 1982, dan 1986. Gol internasional pertamanya tercipta saat melawan Uni Soviet di Spanyol 1982. Karier internasionalnya berakhir usai Piala Dunia Meksiko, di mana ia dikabarkan tidak dimainkan dalam laga terakhir melawan Uruguay.

Sejak pensiun dari kepelatihan, Souness menjadi analis televisi andalan di Sky Sports dan RTÉ. Ia kerap memberikan komentar tajam tentang pemain top, termasuk kritik berulang terhadap Paul Pogba. Di luar sepak bola, ia aktif beramal dan pada Juni 2023 berenang melintasi Selat Inggris dalam tim estafet untuk menggalang dana satu juta pound bagi penderita epidermolysis bullosa.

Atas jasa-jasanya di sepak bola dan dunia amal, Souness dianugerahi gelar Commander of the Order of the British Empire dalam daftar penghargaan ulang tahun Ratu 2024. Ia juga telah masuk dalam English Football Hall of Fame dan Scottish Football Hall of Fame, serta dinobatkan sebagai salah satu dari 100 pemain yang mengguncang Kop oleh suporter Liverpool.

Topics
graeme souness profil pemain sepak bola liverpool rangers manajer sepak bola skotlandia galatasaray blackburn rovers newcastle united pundit sepak bola
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.