Produsen perangkat keras asal Amerika Serikat, Dell, tengah menghadapi tantangan besar terkait distribusi dan penetapan harga global untuk lini laptop andalan mereka, Dell XPS 13. Perangkat yang digadang-gadang sebagai pesaing kuat bagi MacBook Neo ini mendadak menjadi sorotan setelah dijual dengan harga yang sangat tinggi di luar pasar Amerika Serikat.
Berdasarkan pantauan langsung pada laman resmi toko Dell di Korea Selatan, model dasar Dell XPS 13 dengan kapasitas RAM 8GB dan penyimpanan 256GB dipatok seharga ₩2.034.890 atau setara dengan USD 1.410. Angka tersebut tercatat melonjak hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga pasarnya di Amerika Serikat yang hanya dibanderol sekitar USD 699.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerbedaan harga yang terlampau jauh ini memicu tanda tanya besar di kalangan konsumen dan pengamat teknologi internasional. Masalah rantai pasok komponen serta rantai distribusi regional disinyalir menjadi faktor utama yang membuat Dell gagal menerapkan strategi harga yang seragam di berbagai negara.
Situasi ini otomatis membuat posisi Dell XPS 13 kian tertekan dalam persaingan head-to-head melawan MacBook Neo di pasar global. Di Korea Selatan sendiri, MacBook Neo dengan spesifikasi serupa, yakni RAM 8GB dan penyimpanan 256GB, dijual jauh lebih murah di angka ₩1.190.000 atau sekitar USD 825 saja.
Produsen perangkat keras asal Amerika Serikat, Dell, tengah menghadapi tantangan besar terkait distribusi dan penetapan harga global untuk lini laptop andalan mereka, Dell XPS 13. Perangkat yang digadang-gadang sebagai pesaing kuat bagi MacBook Neo ini mendadak menjadi sorotan setelah dijual dengan harga yang sangat tinggi di luar pasar Amerika Serikat.
Berdasarkan pantauan langsung pada laman resmi toko Dell di Korea Selatan, model dasar Dell XPS 13 dengan kapasitas RAM 8GB dan penyimpanan 256GB dipatok seharga ₩2.034.890 atau setara dengan USD 1.410. Angka tersebut tercatat melonjak hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga pasarnya di Amerika Serikat yang hanya dibanderol sekitar USD 699.
Perbedaan harga yang terlampau jauh ini memicu tanda tanya besar di kalangan konsumen dan pengamat teknologi internasional. Masalah rantai pasok komponen serta rantai distribusi regional disinyalir menjadi faktor utama yang membuat Dell gagal menerapkan strategi harga yang seragam di berbagai negara.
Situasi ini otomatis membuat posisi Dell XPS 13 kian tertekan dalam persaingan head-to-head melawan MacBook Neo di pasar global. Di Korea Selatan sendiri, MacBook Neo dengan spesifikasi serupa, yakni RAM 8GB dan penyimpanan 256GB, dijual jauh lebih murah di angka ₩1.190.000 atau sekitar USD 825 saja.