Sebagaimana diwartakan oleh media Italia Corriere della Sera, wacana untuk meninjau ulang kalender sekolah dan durasi libur musim panas kembali menjadi perdebatan hangat di Italia. Dengan masa libur mencapai hampir 13 minggu, Italia tercatat memiliki waktu libur terpanjang di antara negara-negara anggota OECD yang rata-rata hanya menerapkan libur sekitar delapan hingga sembilan minggu.
Berdasarkan rekomendasi OECD, pemangkasan durasi libur musim panas dapat membantu menjaga kesinambungan proses belajar serta memperkecil ketertinggalan akademis, khususnya bagi siswa dari kalangan kurang mampu. Data lembaga Invalsi menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan matematika yang cukup signifikan antara wilayah utara dan selatan Italia menjelang akhir masa pendidikan menengah.
Selain masalah akademis, persoalan biaya dan pengelolaan waktu bagi orang tua selama anak-anak mereka libur sekolah juga menjadi beban tersendiri. Mengutip laporan organisasi konsumen, biaya pusat kegiatan musim panas mengalami lonjakan drastis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memaksa keluarga harus mengeluarkan pengeluaran ekstra yang cukup besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, rencana pemendekan masa libur sekolah ini juga harus berhadapan dengan tantangan perubahan iklim serta kondisi infrastruktur bangunan yang ada. Peningkatan suhu udara yang ekstrem di kawasan Eropa selatan menuntut adanya adaptasi fasilitas kelas agar kegiatan belajar mengajar tetap aman dan nyaman bagi para siswa.