Kevin Payne dan istrinya yang bernama Barb harus mengubur impian mereka untuk menikmati masa paruh baya sebagai empty nester di usia 50 tahun karena keempat anak mereka kembali tinggal satu rumah di Cleveland.
Pasangan suami istri tersebut awalnya mengira bahwa rumah mereka akan menjadi jauh lebih tenang setelah putra bungsu mereka lulus dari sekolah menengah pada musim semi lalu dan anak-anak mulai menempuh pendidikan tinggi.
Namun, serangkaian keputusan serta kondisi yang dihadapi oleh anak-anak mereka membuat tiga dari empat buah hati mereka kini berada di bawah satu atap, sementara satu putra lainnya berencana segera menyusul.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeempat anak mereka yang berusia antara 18 hingga 23 tahun tersebut memiliki alasan masing-masing untuk kembali menetap di rumah orang tua demi mendukung pendidikan serta karier awal mereka.
Alasan Empat Anak Kembali Tinggal Bersama Orang Tua
Putra bungsu mereka memilih berkuliah di institusi terdekat dan memilih melaju dari rumah untuk menghemat biaya pendidikan demi persiapan mengambil gelar doktor di masa depan.
Sementara itu, putri berusia 21 tahun yang sedang merampungkan kuliah di community college terkendala masalah mobilitas sehingga harus tinggal bersama orang tua demi memudahkan aktivitas harian.
Putri ketiga mereka yang berusia 23 tahun dan berstatus sebagai mahasiswi terapi okupasi juga memanfaatkan fasilitas rumah di Cleveland untuk mempermudah penempatan kerja lapangan di fasilitas kesehatan terkemuka.
Putra tertua mereka yang menempuh studi di luar negara bagian dan akan segera merampungkan gelar sarjana psikologi pada musim dingin ini berencana melanjutkan studi pascasarjana secara lokal atau daring.
Situasi tersebut membuat keenam anggota keluarga ini berpotensi besar untuk tinggal bersama lagi dalam satu atap untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun rencana pensiun, pengecilan ukuran rumah, serta relokasi ke wilayah beriklim hangat harus mengalami penyesuaian, pasangan tersebut tidak menyalahkan anak-anak atas perubahan linimasa hidup mereka.
Pasangan tersebut justru menikmati momen kebersamaan baru, termasuk frekuensi makan malam keluarga yang meningkat serta hubungan yang semakin terbuka dengan anak-anak yang kini telah tumbuh dewasa.