Dua pelaut asal Filipina tewas dalam insiden serangan tanker di Selat Hormuz yang dikonfirmasi oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Rabu. Serangan ini menargetkan kapal supertanker milik perusahaan nasional Arab Saudi, Bahri, yang sedang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Berdasarkan laporan UKMTO, insiden keamanan ini terjadi pada Senin malam pukul 23:40 waktu setempat dan melibatkan kapal tanker VLCC Sidr yang membawa muatan minyak mentah Saudi. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan kecaman keras dan menekankan pentingnya menghentikan eskalasi serta menjaga keselamatan pelayaran internasional.
Perusahaan pelayaran Bahri mengonfirmasi bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan awak kapal serta berkoordinasi secara ketat dengan otoritas terkait dan pemangku kepentingan industri maritim. Sementara itu, pihak berwenang memastikan tidak ada dampak pencemaran lingkungan yang dilaporkan dari insiden tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKematian dua awak kapal ini menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan pelaut sipil yang terjebak dalam konflik kawasan. Hingga kini, total korban meninggal dunia dari berbagai serangan terhadap pelayaran komersial di wilayah tersebut telah mencapai sedikitnya 18 orang sejak eskalasi meningkat awal tahun ini.
Organisasi pelayaran internasional sebelumnya telah berulang kali melayangkan peringatan keras bahwa awak sipil tidak seharusnya menjadi korban atau alat tekanan politik. Eskalasi konflik di kawasan ini juga berdampak langsung pada sektor energi, di mana ekspor minyak mentah Arab Saudi bulan lalu merosot ke titik terendah dalam sembilan tahun terakhir.