Sebagaimana diwartakan dalam laporan Infobae, ketegangan di jalur pelayaran strategis dunia kembali memanas setelah pemerintah Arabia Saudita secara resmi melayangkan tuduhan keras terhadap Iran. Riyadh menyebut Teheran sebagai dalang di balik serangan mematikan yang menghantam kapal tanker milik perusahaan nasional mereka di Selat Ormuz.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arabia Saudita yang dikutip dari laporan media, pihak kerajaan mengecam keras aksi tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa serangan iran terhadap kapal saudà SIDR saat melintasi jalur vital tersebut telah merenggut nyawa awak kapal yang tidak bersalah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan pelayaran nasional Bahri sebelumnya mengonfirmasi bahwa kapal mereka mengalami insiden keamanan pada akhir Agustus lalu ketika melintasi perairan yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Oman. Insiden tersebut mengakibatkan dua pelaut asal Filipina meninggal dunia, memicu duka mendalam bagi keluarga korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEskalasi ini turut dikonfirmasi oleh badan keamanan maritim UKMTO yang melaporkan bahwa sebuah kapal sempat dihantam oleh tiga proyektil misterius saat melintas di kawasan tersebut. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa insiden kebakaran disebabkan oleh tabrakan dengan ranjau, sebuah narasi yang berbeda dari laporan pihak keamanan regional.
Menanggapi krisis yang terus memburuk ini, Arabia Saudita mendesak seluruh pihak terkait untuk segera meredakan ketegangan serta mematuhi hukum internasional demi menjaga keamanan pasokan energi global. Riyadh juga menegaskan kembali pentingnya penyelesaian damai melalui jalur diplomasi.