Mantan penasihat utama Anthony Fauci di National Institute of Allergy and Infectious Diseases, David Morens, secara resmi menyatakan bersalah pada hari Selasa atas dakwaan konspirasi untuk menghindari permintaan catatan publik terkait hibah penelitian COVID-19. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Direktur FBI Kash Patel melalui pernyataan resminya di hadapan publik.
"Penyelidikan FBI bersama mitra DOJ kami mengungkap bahwa rekan Dr. Fauci, David Morens, baru saja mengaku bersalah atas konspirasi dalam skema menghindari permintaan FOIA dan Undang-Undang Catatan Federal yang terhubung dengan hibah penelitian COVID-19," ujar Patel dalam unggahannya.
Berdasarkan dokumen dakwaan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Morens dan rekan-rekannya sengaja menyembunyikan komunikasi terkait asal-usul virus corona dari pandangan publik. Mereka menggunakan akun email pribadi Gmail untuk menghindari pengawasan ketat setelah National Institutes of Health menghentikan hibah penelitian tertentu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKasus ini mencuat setelah House Select Subcommittee on the Coronavirus Pandemic memperoleh email internal yang menunjukkan instruksi Morens untuk memindahkan percakapan resmi ke ranah pribadi. Dalam salah satu pesan yang terungkap, ia bahkan membahas cara menghilangkan jejak surat elektronik sebelum proses pencarian catatan resmi dimulai.
Strategi Hapus Jejak Email dan Aliran Hibah Riset
Menjelang sidang vonis yang dijadwalkan pada 12 November 2026, Morens terancam hukuman penjara maksimal hingga lima tahun atas keterlibatannya dalam konspirasi tersebut. Kuasa hukum Morens menyatakan bahwa kliennya telah mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan yang telah dilakukannya selama masa pandemi.
Perkembangan hukum ini menambah daftar panjang kontroversi seputar penanganan informasi pandemi di lembaga kesehatan federal Amerika Serikat. Penyelidikan lanjutan terus dilakukan oleh berbagai komite Kongres untuk menguak lebih dalam aliran komunikasi para pejabat kesehatan masa lalu.
Praktik penghindaran catatan publik ini terungkap setelah penyelidikan parlemen menemukan instruksi spesifik dari David Morens kepada sejumlah kolega penelitinya. Ia meminta agar seluruh korespondensi penting dialihkan melalui jalur pribadi demi meminimalkan risiko pemeriksaan hukum.
"Saya belajar dari petugas FOIA di sini bagaimana cara membuat email lenyap ketika saya di-FOIA sebelum pencarian dimulai," tulis Morens dalam salah satu pesan elektronik yang dipublikasikan oleh komite pengawas DPR AS.
Selain itu, perannya dalam menjembatani komunikasi antara pejabat tinggi kesehatan dan pihak eksternal seperti Presiden EcoHealth Alliance Peter Daszak turut menjadi sorotan penyelidik. Daszak sendiri sebelumnya telah dijatuhi sanksi larangan menerima pendanaan hibah federal akibat pelanggaran pengungkapan riset coronavirus.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat memastikan proses hukum terhadap pihak-pihak yang mencoba menutupi transparansi informasi pandemi akan terus berlanjut. Kasus ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengawasan ketat terhadap birokrasi kesehatan federal pasca-darurat kesehatan global.